alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Ganjar Tantang Kepala Daerah Habiskan Kiriman Stok Vaksin dalam Sehari

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menantang bupati/wali kota se Jateng untuk melakukan percepatan vaksinasi. Tantangannya adalah setiap vaksin yang dikirim ke daerah, harus dihabiskan dalam waktu satu hari.

“Saya berikan tantangan pada seluruh kabupaten/kota. Sanggup nggak sehari menyelesaikan itu. Pokoknya begitu dikirim vaksin, sehari langsung habis, kirim lagi langsung habis. Kalau sehari berat, ya bolehlah dua hari. Tapi tidak boleh sampai tiga hari,” ujar Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (14/9).

Jika tantangan itu bisa dilaksanakan, maka Jateng dapat membuktikan ke pemerintah pusat bahwa percepatan vaksinasi memang dilakukan. Dengan begitu, maka stok vaksin dari pusat akan terus digelontor ke Jateng.

Ganjar pun mencontohkan Kabupaten Sragen yang bisa menghabiskan kiriman vaksin dalam sehari. Untuk itu, dia meminta daerah lain juga bisa mengikuti.

“Sragen kemarin bisa, dikirim sehari langsung habis, 100 persen. Akhirnya semua mengapresiasi, kita mengapresiasi dan mengirim stok banyak. Pemerintah pusat mengapresiasi dan lainnya. Inilah percepatan yang bisa kita lakukan,” jelas Ganjar.

Selain percepatan, dia juga mengingatkan soal perbaikan administrasi. Pencatatan vaksinasi harus dilakukan dengan tertib, baik di aplikasi P-care atau Smile.

“Kita itu kerjanya paket, ya nyuntik, ya nyatetin di P-Care dan Smile. Karena itu, kontrol sistemnya. Banyak daerah yang hanya pakai perasaan. Pak, vaksin saya habis. Padahal di Smile terlihat stok masih banyak. Pusat itu menentukan kiriman sesuai di aplikasi Smile. Jadi saya minta semua harus rajin menginput,” tegasnya.

Tak hanya data vaksinasi, inputing data penambahan kasus juga harus dilakukan dengan benar. Kasus naiknya Brebes jadi level 4 ternyata karena inputing data yang tidak sesuai.

“Ternyata ada kejadian faskes yang memasukkan data dela ke sistem harian. Kan saya sudah bilang, data delay jangan dimasukkan ke data harian. Serahkan ke kami, nanti kami masukkan sistem yang sudah ada. Kalau dimasukkan ke data harian, ya pasti naik. Kalau naik, ya pasti levelnya juga naik karena itu rumus,” jelasnya.

Pemprov akan melakukan pendampingan khusus pada daerah-daerah yang kesulitan inputing data. Tim sudah dikirimkan untuk menangani persoalan itu.

Sementara itu, Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo menerangkan, capaian vaksinasi di Jateng sudah mencapai 8,5 juta orang untuk dosis pertama atau setara dengan 29,91 persen. Sementara dosis kedua mencapai 4,8 juta (16,89 persen). Kemudian, dosis ketiga untuk nakes mencapai 103.694 atau setara dengan 62,88 persen.

“Daerah yang masih rendah capaian vaksinasi dosis  pertama adalah Brebes, Banjarnegara, Cilacap, Magelang, dan Pemalang,” terang Prasetyo. (bay/ria)


SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menantang bupati/wali kota se Jateng untuk melakukan percepatan vaksinasi. Tantangannya adalah setiap vaksin yang dikirim ke daerah, harus dihabiskan dalam waktu satu hari.

“Saya berikan tantangan pada seluruh kabupaten/kota. Sanggup nggak sehari menyelesaikan itu. Pokoknya begitu dikirim vaksin, sehari langsung habis, kirim lagi langsung habis. Kalau sehari berat, ya bolehlah dua hari. Tapi tidak boleh sampai tiga hari,” ujar Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (14/9).

Jika tantangan itu bisa dilaksanakan, maka Jateng dapat membuktikan ke pemerintah pusat bahwa percepatan vaksinasi memang dilakukan. Dengan begitu, maka stok vaksin dari pusat akan terus digelontor ke Jateng.

Ganjar pun mencontohkan Kabupaten Sragen yang bisa menghabiskan kiriman vaksin dalam sehari. Untuk itu, dia meminta daerah lain juga bisa mengikuti.

“Sragen kemarin bisa, dikirim sehari langsung habis, 100 persen. Akhirnya semua mengapresiasi, kita mengapresiasi dan mengirim stok banyak. Pemerintah pusat mengapresiasi dan lainnya. Inilah percepatan yang bisa kita lakukan,” jelas Ganjar.

Selain percepatan, dia juga mengingatkan soal perbaikan administrasi. Pencatatan vaksinasi harus dilakukan dengan tertib, baik di aplikasi P-care atau Smile.

“Kita itu kerjanya paket, ya nyuntik, ya nyatetin di P-Care dan Smile. Karena itu, kontrol sistemnya. Banyak daerah yang hanya pakai perasaan. Pak, vaksin saya habis. Padahal di Smile terlihat stok masih banyak. Pusat itu menentukan kiriman sesuai di aplikasi Smile. Jadi saya minta semua harus rajin menginput,” tegasnya.

Tak hanya data vaksinasi, inputing data penambahan kasus juga harus dilakukan dengan benar. Kasus naiknya Brebes jadi level 4 ternyata karena inputing data yang tidak sesuai.

“Ternyata ada kejadian faskes yang memasukkan data dela ke sistem harian. Kan saya sudah bilang, data delay jangan dimasukkan ke data harian. Serahkan ke kami, nanti kami masukkan sistem yang sudah ada. Kalau dimasukkan ke data harian, ya pasti naik. Kalau naik, ya pasti levelnya juga naik karena itu rumus,” jelasnya.

Pemprov akan melakukan pendampingan khusus pada daerah-daerah yang kesulitan inputing data. Tim sudah dikirimkan untuk menangani persoalan itu.

Sementara itu, Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo menerangkan, capaian vaksinasi di Jateng sudah mencapai 8,5 juta orang untuk dosis pertama atau setara dengan 29,91 persen. Sementara dosis kedua mencapai 4,8 juta (16,89 persen). Kemudian, dosis ketiga untuk nakes mencapai 103.694 atau setara dengan 62,88 persen.

“Daerah yang masih rendah capaian vaksinasi dosis  pertama adalah Brebes, Banjarnegara, Cilacap, Magelang, dan Pemalang,” terang Prasetyo. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru