alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

BPPTKG: Tak Ada Indikasi Gunung Merapi Bakal Alami Erupsi Besar

RADARSOLO.ID – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, berdasarkan data pemantauan terbaru tidak ada indikasi Gunung Merapi bakal mengalami letusan (erupsi) besar dalam waktu dekat.

“Berdasarkan data pemantauan saat ini (14 Maret 2022), tidak ada indikasi akan terjadi erupsi besar di Merapi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis, Selasa (15/3).

Menurut Hanik, apabila di masa mendatang Merapi mengalami erupsi, Kota Jogja masih aman dari ancaman bahayanya.

Kendati demikian, dia memperkirakan abu vulkanik tetap dapat menjangkau wilayah itu, tergantung kekuatan erupsi serta arah angin.

“Selama periode erupsi 2018-2022 hanya dua kali abu vulkanik Merapi yang mencapai Jogja,” ujar Hanik.

Sementara itu, sejumlah destinasi wisata yang bakal dikunjungi para delegasi G20 selama berada di Jogja juga dipastikan aman dari dampak bahaya erupsi. Menurut dia, seluruh destinasi wisata yang berlokasi di luar daerah potensi bahaya yang ditetapkan BPPTKG tetap dapat beroperasi dengan normal.

“Hampir semua objek wisata (di Jogja) berada di luar daerah potensi bahaya erupsi Gunung Merapi,” ucap Hanik.

Termasuk Candi Borobudur, menurut dia, juga aman dikunjungi karena jarak dari Gunung Merapi masih sekitar 27 km di arah barat daya.

“Bahaya yang mungkin terjadi adalah abu vulkanik yang dapat mencapai Borobudur tergantung intensitas erupsi, arah, dan kecepatan angin saat erupsi,” terang dia.

Hingga kini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung. (Antara)

RADARSOLO.ID – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, berdasarkan data pemantauan terbaru tidak ada indikasi Gunung Merapi bakal mengalami letusan (erupsi) besar dalam waktu dekat.

“Berdasarkan data pemantauan saat ini (14 Maret 2022), tidak ada indikasi akan terjadi erupsi besar di Merapi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis, Selasa (15/3).

Menurut Hanik, apabila di masa mendatang Merapi mengalami erupsi, Kota Jogja masih aman dari ancaman bahayanya.

Kendati demikian, dia memperkirakan abu vulkanik tetap dapat menjangkau wilayah itu, tergantung kekuatan erupsi serta arah angin.

“Selama periode erupsi 2018-2022 hanya dua kali abu vulkanik Merapi yang mencapai Jogja,” ujar Hanik.

Sementara itu, sejumlah destinasi wisata yang bakal dikunjungi para delegasi G20 selama berada di Jogja juga dipastikan aman dari dampak bahaya erupsi. Menurut dia, seluruh destinasi wisata yang berlokasi di luar daerah potensi bahaya yang ditetapkan BPPTKG tetap dapat beroperasi dengan normal.

“Hampir semua objek wisata (di Jogja) berada di luar daerah potensi bahaya erupsi Gunung Merapi,” ucap Hanik.

Termasuk Candi Borobudur, menurut dia, juga aman dikunjungi karena jarak dari Gunung Merapi masih sekitar 27 km di arah barat daya.

“Bahaya yang mungkin terjadi adalah abu vulkanik yang dapat mencapai Borobudur tergantung intensitas erupsi, arah, dan kecepatan angin saat erupsi,” terang dia.

Hingga kini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung. (Antara)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/