alexametrics
33.8 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

BNPT Pelototi Konten Radikalisme di Medsos, Telegram Paling Banyak

RADARSOLO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini tengah memantau konten-konten radikalisme dan terorisme di media sosial (medsos). Ada empat platform media sosial yang jadi fokus pemantauan BNPT, yakni WhatsApp, Facebook, Telegram, dan TamTam.

“Menangkal konten radikalisme terorisme. Dalam pelaksanaan penangkalan ini kita terutama fokus di empat platform medsos,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9).

Di Telegram, terpantau ada 135 grup atau kanal yang tergolong masuk dalam konten radikalisme dan terorisme. “Per Agustus 2021, terdapat 399 grup maupun kanal medsos yang dipantau. Telegram menempati jumlah tertinggi mencapai 135 grup kanal,” terang Boy.

Terhadap grup atau kanal yang terindikasi radikalisme dan terorisme, telah diambil langkah-langkah cepat dengan melakukan take down. BNPT bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Polri.

“Kalau berkaitan dengan platform kami bekerja sama dengan Ditjen Aptika Kominfo. Sedangkan yang berkaitan dengan cyber crime tentunya bersama dengan unsur-unsur penegak hukum di Polri,” tandas Boy. (JPG/ria)

 


RADARSOLO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini tengah memantau konten-konten radikalisme dan terorisme di media sosial (medsos). Ada empat platform media sosial yang jadi fokus pemantauan BNPT, yakni WhatsApp, Facebook, Telegram, dan TamTam.

“Menangkal konten radikalisme terorisme. Dalam pelaksanaan penangkalan ini kita terutama fokus di empat platform medsos,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9).

Di Telegram, terpantau ada 135 grup atau kanal yang tergolong masuk dalam konten radikalisme dan terorisme. “Per Agustus 2021, terdapat 399 grup maupun kanal medsos yang dipantau. Telegram menempati jumlah tertinggi mencapai 135 grup kanal,” terang Boy.

Terhadap grup atau kanal yang terindikasi radikalisme dan terorisme, telah diambil langkah-langkah cepat dengan melakukan take down. BNPT bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Polri.

“Kalau berkaitan dengan platform kami bekerja sama dengan Ditjen Aptika Kominfo. Sedangkan yang berkaitan dengan cyber crime tentunya bersama dengan unsur-unsur penegak hukum di Polri,” tandas Boy. (JPG/ria)

 

Populer

Berita Terbaru