alexametrics
32.7 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Jokowi Ajak Pelaku Usaha segera Ekspansi, Perbankan Kucurkan Kredit

RADARSOLO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak industri perbankan dan pelaku usaha segera ekspansi dan mengucurkan kredit agar dunia usaha kembali menggeliat.

“Saya mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, segera mengucurkan kredit, dan segera menggiatkan dunia usahanya. Pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia,” kata Presiden Jokowi secara virtual di seminar daring UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9).

Pemerintah, kata Jokowi, juga akan terus menumbuhkan ekonomi seraya menerapkan prinsip-prinsip ekonomi berkelanjutan, dengan mengaplikasikan konsep ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Selain memulihkan ekonomi, sekaligus juga tumbuh secara berkualitas berkelanjutan dan merata,” ujar Jokowi.

Ekonomi Indonesia, lanjut Jokowi, masih memiliki peluang untuk bertumbuh lebih tinggi. Pada kuartal II 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy), setelah beberapa kuartal sebelumnya mengalami kontraksi ekonomi karena tekanan pandemi Covid-19.

Komponen pendukung pertumbuhan ekonomi, juga terus tumbuh menggeliat, sejalan dengan mulai meredanya tren penularan Covid-19.

Jokowi menilai potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Hal itu ditandai dengan pulihnya perekonomian negara mitra dagang Indonesia di kuartal II 2021. Seperti negara Tiongkok yang tumbuh 7,9 persen (yoy), Amerika Serikat tumbuh 12,2 persen (yoy), Jepang tumbuh 7,6 persen (yoy), dan India tumbuh 20,1 persen (yoy).

Pemulihan di negara-negara mitra tersebut harus dimanfaatkan agar permintaan terhadap komoditas dalam negeri kembali meningkat.

“Peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya,” papar Jokowi.

Pendukung lainnya yakni investasi, juga akan tumbuh lebih tinggi karena pemerintah telah melakukan berbagai reformasi struktural yang banyak memberikan kemudahan berusaha. Seperti sistem perizinan satu pintu berbasis risiko.

“Reformasi perizinan juga sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko, sehingga menciptakan iklim investasi yang semakin menarik,” ujar  Jokowi.

Presiden mengajak pimpinan perbankan dan dunia usaha untuk sigap memanfaatkan seluruh peluang pemulihan ekonomi yang sedang dirasakan Indonesia.

“Mengajak bapak ibu untuk sigap memanfaatkan semua pulang ini. Kesehatan masyarakat terjaga dan perekonomian tumbuh secara berkelanjutan dan merata,” tegas Jokowi. (Antara)


RADARSOLO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak industri perbankan dan pelaku usaha segera ekspansi dan mengucurkan kredit agar dunia usaha kembali menggeliat.

“Saya mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, segera mengucurkan kredit, dan segera menggiatkan dunia usahanya. Pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia,” kata Presiden Jokowi secara virtual di seminar daring UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9).

Pemerintah, kata Jokowi, juga akan terus menumbuhkan ekonomi seraya menerapkan prinsip-prinsip ekonomi berkelanjutan, dengan mengaplikasikan konsep ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Selain memulihkan ekonomi, sekaligus juga tumbuh secara berkualitas berkelanjutan dan merata,” ujar Jokowi.

Ekonomi Indonesia, lanjut Jokowi, masih memiliki peluang untuk bertumbuh lebih tinggi. Pada kuartal II 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy), setelah beberapa kuartal sebelumnya mengalami kontraksi ekonomi karena tekanan pandemi Covid-19.

Komponen pendukung pertumbuhan ekonomi, juga terus tumbuh menggeliat, sejalan dengan mulai meredanya tren penularan Covid-19.

Jokowi menilai potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Hal itu ditandai dengan pulihnya perekonomian negara mitra dagang Indonesia di kuartal II 2021. Seperti negara Tiongkok yang tumbuh 7,9 persen (yoy), Amerika Serikat tumbuh 12,2 persen (yoy), Jepang tumbuh 7,6 persen (yoy), dan India tumbuh 20,1 persen (yoy).

Pemulihan di negara-negara mitra tersebut harus dimanfaatkan agar permintaan terhadap komoditas dalam negeri kembali meningkat.

“Peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya,” papar Jokowi.

Pendukung lainnya yakni investasi, juga akan tumbuh lebih tinggi karena pemerintah telah melakukan berbagai reformasi struktural yang banyak memberikan kemudahan berusaha. Seperti sistem perizinan satu pintu berbasis risiko.

“Reformasi perizinan juga sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko, sehingga menciptakan iklim investasi yang semakin menarik,” ujar  Jokowi.

Presiden mengajak pimpinan perbankan dan dunia usaha untuk sigap memanfaatkan seluruh peluang pemulihan ekonomi yang sedang dirasakan Indonesia.

“Mengajak bapak ibu untuk sigap memanfaatkan semua pulang ini. Kesehatan masyarakat terjaga dan perekonomian tumbuh secara berkelanjutan dan merata,” tegas Jokowi. (Antara)

Populer

Berita Terbaru