23.2 C
Surakarta
Sunday, 2 April 2023

Kebakaran SPBU Mini Tewaskan Ibu dan Anak, Jasad Ditemukan Saling Berpelukan

RADARSOLO.ID – SPBU mini di sebuah warung kelontong di Desa Wedoro Timpian, Surabaya terbakar dan menewaskan seorang ibu serta putrinya yang berusia 4 tahun. Sementara sang ayah mengalami luka bakar cukup parah.

Kebakaran SPBU mini itu terjadi pada Kamis (16/6). Seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group), kedua korban tewas yakni Mahyatun, 36, dan putrinya, IW, 4. Ibu dan anak itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan saling berpelukan di kamar mandi yang berada di ujung kanan belakang toko.

Sementara itu, Sumahyah, suami Mahyatun dilarikan ke RS Bunda Waru. Pria 40 tahun itu mengalami luka bakar yang cukup parah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bau gosong bercampur bensin masih menyeruak keluar dari dalam toko berukuran 5 meter x 3 meter itu. Terlihat ada beberapa barang dagangan yang terbakar seperti beras, tabung gas, galon, dan kaleng-kaleng di bagian depan, seperti mesin pengisian bensin dan sisa kerangka sepeda motor matic yang hangus.

Tampak Tim Labfor Polda Jatun sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti. Beberapa barang seperti kabel bagian dalam mesin pengisian bensin serta serpihan dari bagian kerangka motor diambil.

Yudi, saksi sekaligus warga sekitar mengungkapkan, dia mengetahui peristiwa SPBU mini terbakar itu saat pulang jamaah salat Subuh dari masjid.

Dari jarak cukup jauh, pria 50 tahun itu melihat gumpalan asap. Menurut kesaksian Yudi, di lokasi kejadian saat itu sudah banyak warga yang berkerumun. Mereka berupaya menjinakkan api dengan cara mengguyurkan air ke toko tempat SPBU mini terbakar.

”Rumah saya kebetulan pas di belakang rumah yang terbakar,’’ ujarnya.

Yudi memperkirakan, kebakaran terjadi sejak pukul 03.45 WIB. Tidak lama setelah itu, satu unit pemadam kebakaran (damkar) datang. Setelah berjibaku sekitar setengah jam, petugas pun berhasil memadamkan api.

Api tak sampai melalap bangunan di sebelahnya. Kemudian, polisi datang untuk mengevakuasi korban meninggal. Kapolsek Waru Kompol Bunari mengungkapkan, korban peristiwa SPBU mini terbakar itu merupakan warga Sampang, Madura. Mereka hanya tinggal bertiga.

Keluarga tersebut baru menjalankan usaha toko kelontong dan SPBU mini di tempat tersebut sekitar 5 bulan terakhir. Toko itu bangunan dengan dua lantai. ”Di atas sebenarnya ada kos, cuma sedang tidak ada penghuninya,” katanya.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran di TKP tersebut. Beberapa warga mengungkapkan, kebakaran terjadi karena aktivitas Sumahyah yang melakukan bakar-bakar di depan rumah.

Ada juga yang menuturkan bahwa SPBU mini terbakar karena korsleting di mesin pengisian bensin. “Kami tidak bisa menduga-duga dan masih menunggu hasil dari lab forensik. Kita tindak lanjuti juga apa pom semacam ini ada izinnya atau tidak,” tutur Bunari. (JPG/ria)

RADARSOLO.ID – SPBU mini di sebuah warung kelontong di Desa Wedoro Timpian, Surabaya terbakar dan menewaskan seorang ibu serta putrinya yang berusia 4 tahun. Sementara sang ayah mengalami luka bakar cukup parah.

Kebakaran SPBU mini itu terjadi pada Kamis (16/6). Seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group), kedua korban tewas yakni Mahyatun, 36, dan putrinya, IW, 4. Ibu dan anak itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan saling berpelukan di kamar mandi yang berada di ujung kanan belakang toko.

Sementara itu, Sumahyah, suami Mahyatun dilarikan ke RS Bunda Waru. Pria 40 tahun itu mengalami luka bakar yang cukup parah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bau gosong bercampur bensin masih menyeruak keluar dari dalam toko berukuran 5 meter x 3 meter itu. Terlihat ada beberapa barang dagangan yang terbakar seperti beras, tabung gas, galon, dan kaleng-kaleng di bagian depan, seperti mesin pengisian bensin dan sisa kerangka sepeda motor matic yang hangus.

Tampak Tim Labfor Polda Jatun sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti. Beberapa barang seperti kabel bagian dalam mesin pengisian bensin serta serpihan dari bagian kerangka motor diambil.

Yudi, saksi sekaligus warga sekitar mengungkapkan, dia mengetahui peristiwa SPBU mini terbakar itu saat pulang jamaah salat Subuh dari masjid.

Dari jarak cukup jauh, pria 50 tahun itu melihat gumpalan asap. Menurut kesaksian Yudi, di lokasi kejadian saat itu sudah banyak warga yang berkerumun. Mereka berupaya menjinakkan api dengan cara mengguyurkan air ke toko tempat SPBU mini terbakar.

”Rumah saya kebetulan pas di belakang rumah yang terbakar,’’ ujarnya.

Yudi memperkirakan, kebakaran terjadi sejak pukul 03.45 WIB. Tidak lama setelah itu, satu unit pemadam kebakaran (damkar) datang. Setelah berjibaku sekitar setengah jam, petugas pun berhasil memadamkan api.

Api tak sampai melalap bangunan di sebelahnya. Kemudian, polisi datang untuk mengevakuasi korban meninggal. Kapolsek Waru Kompol Bunari mengungkapkan, korban peristiwa SPBU mini terbakar itu merupakan warga Sampang, Madura. Mereka hanya tinggal bertiga.

Keluarga tersebut baru menjalankan usaha toko kelontong dan SPBU mini di tempat tersebut sekitar 5 bulan terakhir. Toko itu bangunan dengan dua lantai. ”Di atas sebenarnya ada kos, cuma sedang tidak ada penghuninya,” katanya.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran di TKP tersebut. Beberapa warga mengungkapkan, kebakaran terjadi karena aktivitas Sumahyah yang melakukan bakar-bakar di depan rumah.

Ada juga yang menuturkan bahwa SPBU mini terbakar karena korsleting di mesin pengisian bensin. “Kami tidak bisa menduga-duga dan masih menunggu hasil dari lab forensik. Kita tindak lanjuti juga apa pom semacam ini ada izinnya atau tidak,” tutur Bunari. (JPG/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img