alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Ibadah Idul Adha di Rumah Saja, Ganjar: Itu juga Bentuk Berkurban

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunaikan salat Idul Adha bersama keluarga di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa (20/7). Menurutnya, ada hikmah dari Idul Adha kali ini. Ibadah yang dijalani di rumah saja demi keselamatan diri dan orang lain merupakan cara lain berkurban di masa pandemi Covid-19 ini.

“Ada¬†hikmah yang lain karena Idul Adha atau idul kurban ini kita juga berkurban ini. Tidak hanya kurban menyembelih binatang, tetapi yuk kita di rumah saja. Rasanya memang berat kita tidak bisa salat berjemaah, tetapi inilah kontribusi kita agar tidak terjadi kerumunan lebih banyak. Itu juga berkurban yang menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain,” kata Ganjar usai salat Idul Adha di rumah dinasnya.

Ganjar menyadari pasti masyarakat sudah rindu dan ingin merasakan hari raya seperti biasa. Apalagi ini merupakan tahun kedua masyarakat merayakan Idul Adha di tengah pandemi.

Untuk itu, dia merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah, tokoh masyarakat, dan ulama yang sudah membantu mengedukasi warga. Ia berharap ini adalah Idul Adha terakhir yang dirayakan di tengah pandemi.

Ganjar juga berharap, pengorbanan yang dilakukan masyarakat bisa segera usai dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan ini membawa hasil yang baik,” tandas dia. (bay/ria)


SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunaikan salat Idul Adha bersama keluarga di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa (20/7). Menurutnya, ada hikmah dari Idul Adha kali ini. Ibadah yang dijalani di rumah saja demi keselamatan diri dan orang lain merupakan cara lain berkurban di masa pandemi Covid-19 ini.

“Ada¬†hikmah yang lain karena Idul Adha atau idul kurban ini kita juga berkurban ini. Tidak hanya kurban menyembelih binatang, tetapi yuk kita di rumah saja. Rasanya memang berat kita tidak bisa salat berjemaah, tetapi inilah kontribusi kita agar tidak terjadi kerumunan lebih banyak. Itu juga berkurban yang menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain,” kata Ganjar usai salat Idul Adha di rumah dinasnya.

Ganjar menyadari pasti masyarakat sudah rindu dan ingin merasakan hari raya seperti biasa. Apalagi ini merupakan tahun kedua masyarakat merayakan Idul Adha di tengah pandemi.

Untuk itu, dia merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah, tokoh masyarakat, dan ulama yang sudah membantu mengedukasi warga. Ia berharap ini adalah Idul Adha terakhir yang dirayakan di tengah pandemi.

Ganjar juga berharap, pengorbanan yang dilakukan masyarakat bisa segera usai dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan ini membawa hasil yang baik,” tandas dia. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru