alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

PPKM Level 4, Luhut: Gencarkan Testing-Tracing di Wilayah Aglomerasi

RADARSOLO.ID – Koordinator PPKM Level 4 di Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan menggencarkan testing dan tracing di kawasan perumahan padat penduduk di wilayah aglomerasi. Hal ini guna memutus penularan Covid-19 varian Delta.

“Pemerintah dalam waktu dekat, atas perintah presiden, akan melakukan peningkatan testing, tracing, dan meningkatkan pusat-pusat isolasi utamanya di daerah padat penduduk. Nanti kami akan finalkan bagaimana kita langsung testing dan tracing di perumahan padat penduduk di wilayah aglomerasi,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual terkait PPKM, Rabu (21/7).

Ada sejumlah wilayah aglomerasi yang akan jadi sasaran peningkatan testing dan tracing. Di antaranya Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Semarang, Malang Raya hingga Solo Raya.

“Jadi begitu kita lakukan testing, kalau ada yang positif langsung dibawa ke karantina. Perawatan, obat ada, dokter ada, sehingga tingkat untuk memburuk bisa diperkecil,” katanya.

Luhut menuturkan, peningkatan testing dan tracing akan mulai dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan secara masif.

“Kita harap bisa mulai dalam satu, dua hari ini dan akan kami lakukan secara masif. Sehingga waktu nanti pelonggaran tanggal 26 Juli berjalan baik (sesuai dengan target penurunan untuk bisa pelonggaran),” papar dia.

Selain meningkatkan testing dan tracing, Luhut juga menekankan pentingnya vaksinasi agar berjalan paralel. Ia menyebut jumlah kasus pasien yang sudah divaksin meninggal di DKI Jakarta angkanya sangat rendah, yakni mencapai 0,21 persen.

“Seperti di DKI, kita lihat yang meninggal dan sudah divaksin itu angkanya sangat rendah. Dari 5,1 juta, itu hanya 54 orang yang meninggal. Jadi ini angkanya hanya 0,21 persen dan itu rata-rata komorbid. Jadi saya berharap kita semua menyadari masalah vaksin ini satu hal yang penting,” katanya.

Lebih lanjut Luhut juga mengungkapkan bahwa testing dan tracing menjadi langkah awal penanganan kasus Covid-19. Jika bisa dideteksi sejak awal, maka penanganan bisa dilakukan dengan baik dengan rata-rata waktu kesembuhan sekitar delapan hari.

“Jadi tingkat penyembuhannya lebih cepat, tapi tingkat meninggalnya pun lebih cepat kalau penanganannya tidak cepat,” pungkas Luhut. (Antara)


RADARSOLO.ID – Koordinator PPKM Level 4 di Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan menggencarkan testing dan tracing di kawasan perumahan padat penduduk di wilayah aglomerasi. Hal ini guna memutus penularan Covid-19 varian Delta.

“Pemerintah dalam waktu dekat, atas perintah presiden, akan melakukan peningkatan testing, tracing, dan meningkatkan pusat-pusat isolasi utamanya di daerah padat penduduk. Nanti kami akan finalkan bagaimana kita langsung testing dan tracing di perumahan padat penduduk di wilayah aglomerasi,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual terkait PPKM, Rabu (21/7).

Ada sejumlah wilayah aglomerasi yang akan jadi sasaran peningkatan testing dan tracing. Di antaranya Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Semarang, Malang Raya hingga Solo Raya.

“Jadi begitu kita lakukan testing, kalau ada yang positif langsung dibawa ke karantina. Perawatan, obat ada, dokter ada, sehingga tingkat untuk memburuk bisa diperkecil,” katanya.

Luhut menuturkan, peningkatan testing dan tracing akan mulai dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan secara masif.

“Kita harap bisa mulai dalam satu, dua hari ini dan akan kami lakukan secara masif. Sehingga waktu nanti pelonggaran tanggal 26 Juli berjalan baik (sesuai dengan target penurunan untuk bisa pelonggaran),” papar dia.

Selain meningkatkan testing dan tracing, Luhut juga menekankan pentingnya vaksinasi agar berjalan paralel. Ia menyebut jumlah kasus pasien yang sudah divaksin meninggal di DKI Jakarta angkanya sangat rendah, yakni mencapai 0,21 persen.

“Seperti di DKI, kita lihat yang meninggal dan sudah divaksin itu angkanya sangat rendah. Dari 5,1 juta, itu hanya 54 orang yang meninggal. Jadi ini angkanya hanya 0,21 persen dan itu rata-rata komorbid. Jadi saya berharap kita semua menyadari masalah vaksin ini satu hal yang penting,” katanya.

Lebih lanjut Luhut juga mengungkapkan bahwa testing dan tracing menjadi langkah awal penanganan kasus Covid-19. Jika bisa dideteksi sejak awal, maka penanganan bisa dilakukan dengan baik dengan rata-rata waktu kesembuhan sekitar delapan hari.

“Jadi tingkat penyembuhannya lebih cepat, tapi tingkat meninggalnya pun lebih cepat kalau penanganannya tidak cepat,” pungkas Luhut. (Antara)

Populer

Berita Terbaru