alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Bambang Pacul Sebut Tak Ada Pembahasan Capres-Cawapres di Rakernas PDIP

RADARSOLO.ID – Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menegaskan, tak ada pembahasan capres dan cawapres pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Jakarta.

“Rakernas kali ini hanya mendapatkan perintah dari Ketua Umum Megawati untuk membahas pileg dan pilpres, tetapi tidak capres dan cawapres,” kata Bambang Pacul di sela-sela Rakernas PDIP, Rabu (22/6).

Dia juga memastikan seluruh kader partai tidak punya wewenang dalam menentukan kandidat pada Pilpres 2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lah yang memiliki hak prerogatif menentukan capres-cawapres.

Sebagai partai yang taat hukum, kata dia, seluruh kader PDIP tidak akan melangkahi kewenangan Ketum Megawati yang merupakan amanah Kongres V.

“Kewenangan itu ada di ibu ketua umum, kan, gitu, bos. Jadi sudah clear. Capres dan cawapres tidak ada dalam pembahasan Komisi Pemenangan Pemilu dalam rakernas ini,” kata legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Ketua Komisi III DPR itu menambahkan, seluruh ketua DPP partai juga ditunjuk Megawati untuk melaksanakan tugas kepartaian. Termasuk dirinya sebagai ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu.

Sementara terkait pembahasan pilpres, ucap dia, hanya sebatas strategi pemenangan dan konsolidasi kekuatan di akar rumput. Mengenai materi strateginya, dia merahasiakan.

“Strategi pemenangan pemilu dengan basis pemenangan gotong royong. Bagaimana pelaksanaannya? Itu sudah dibahas dan clear. Mungkin itu jadi rekomendasi putusan, keluarkan SK, maka akan bergerak dengan cara itu,” ujar Bambang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Arif Wibowo mengatakan, dalam Rakernas II PDIP, partainya akan memantapkan mekanisme terkait pemenangan Pemilu 2024.

Salah satu elemen yang sudah disiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 adalah perekrutan sejumlah saksi.

“Kalau regu pemilih saksi sudah mulai perekrutannya, kurang lebih perintah partai 3 bulan yang lalu. Karena kita harus mencukupi satu kebutuhan personel untuk menjadi ujung tombak kita di setiap TPS yang total jumlahnya kurang lebih 3,5 juta saksi dan guraklih (regu penggerak pemilih), dan itu semua anggota dan kader partai,” papar Arif.

Tahapan ini dimulai sejak awal untuk melatih para pelatihnya sampai akhir tahun. Targetnya, paling lambat sampai akhir tahun harus selesai pada 12 gelombang.

“Pelatihan itu ini sudah mau lima gelombang, tujuh gelombang lagi secara berturutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Rakernas II PDIP juga membahas perbaikan perekrutan dan seleksi sebagaimana perintah Megawati.

“Satu tentang calon anggota DPR, DPRD, dan DPD RI. Yang kedua, calon kepala daerah. Sehingga jauh-jauh hari kita sudah menyiapkan satu mekanisme yang lebih baik ketimbang di masa lalu untuk perekrutan dan seleksi calon anggota DPR, DPRD, DPD, dan kepala daerah kita. Supaya nanti hasilnya melahirkan bibit-bibit, wakil-wakil rakyat yang mumpuni, yang dipercaya rakyat, yang bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat,” jelas Arif. (Antara)

RADARSOLO.ID – Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menegaskan, tak ada pembahasan capres dan cawapres pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Jakarta.

“Rakernas kali ini hanya mendapatkan perintah dari Ketua Umum Megawati untuk membahas pileg dan pilpres, tetapi tidak capres dan cawapres,” kata Bambang Pacul di sela-sela Rakernas PDIP, Rabu (22/6).

Dia juga memastikan seluruh kader partai tidak punya wewenang dalam menentukan kandidat pada Pilpres 2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lah yang memiliki hak prerogatif menentukan capres-cawapres.

Sebagai partai yang taat hukum, kata dia, seluruh kader PDIP tidak akan melangkahi kewenangan Ketum Megawati yang merupakan amanah Kongres V.

“Kewenangan itu ada di ibu ketua umum, kan, gitu, bos. Jadi sudah clear. Capres dan cawapres tidak ada dalam pembahasan Komisi Pemenangan Pemilu dalam rakernas ini,” kata legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Ketua Komisi III DPR itu menambahkan, seluruh ketua DPP partai juga ditunjuk Megawati untuk melaksanakan tugas kepartaian. Termasuk dirinya sebagai ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu.

Sementara terkait pembahasan pilpres, ucap dia, hanya sebatas strategi pemenangan dan konsolidasi kekuatan di akar rumput. Mengenai materi strateginya, dia merahasiakan.

“Strategi pemenangan pemilu dengan basis pemenangan gotong royong. Bagaimana pelaksanaannya? Itu sudah dibahas dan clear. Mungkin itu jadi rekomendasi putusan, keluarkan SK, maka akan bergerak dengan cara itu,” ujar Bambang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Arif Wibowo mengatakan, dalam Rakernas II PDIP, partainya akan memantapkan mekanisme terkait pemenangan Pemilu 2024.

Salah satu elemen yang sudah disiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 adalah perekrutan sejumlah saksi.

“Kalau regu pemilih saksi sudah mulai perekrutannya, kurang lebih perintah partai 3 bulan yang lalu. Karena kita harus mencukupi satu kebutuhan personel untuk menjadi ujung tombak kita di setiap TPS yang total jumlahnya kurang lebih 3,5 juta saksi dan guraklih (regu penggerak pemilih), dan itu semua anggota dan kader partai,” papar Arif.

Tahapan ini dimulai sejak awal untuk melatih para pelatihnya sampai akhir tahun. Targetnya, paling lambat sampai akhir tahun harus selesai pada 12 gelombang.

“Pelatihan itu ini sudah mau lima gelombang, tujuh gelombang lagi secara berturutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Rakernas II PDIP juga membahas perbaikan perekrutan dan seleksi sebagaimana perintah Megawati.

“Satu tentang calon anggota DPR, DPRD, dan DPD RI. Yang kedua, calon kepala daerah. Sehingga jauh-jauh hari kita sudah menyiapkan satu mekanisme yang lebih baik ketimbang di masa lalu untuk perekrutan dan seleksi calon anggota DPR, DPRD, DPD, dan kepala daerah kita. Supaya nanti hasilnya melahirkan bibit-bibit, wakil-wakil rakyat yang mumpuni, yang dipercaya rakyat, yang bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat,” jelas Arif. (Antara)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/