alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Jawa Tengah Surplus Hewan Kurban hingga 26 Ribu Ekor

SEMARANG – Pemprov Jateng memastikan surplus hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Untuk itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng mengimbau masyarakat untuk tak khawatir.

Berdasarkan data disnakkeswan, surplus hewan kurban mencapai 26.620 ekor dari potensi hewan kurban di Jateng mencapai 399.302 ekor. Sementara kebutuhan kurban 372.682 ekor.

“Kami juga terus melakukan penyehatan kembali hewan ternak yang terindikasi PMK (penyakit mulut dan kuku),” kata Kepala Disnakkeswan Jateng Agus Wariyanto, Selasa (22/6).

Berdasar data Disnakkeswan Jateng per Rabu (22/6), ternak yang terduga mengalami gejala PMK sejumlah 23.487 ekor. Sebanyak 300 di antaranya dinyatakan positif PMK, melalui uji medis.

Dari jumlah ternak terduga PMK, sebanyak 20.254 ekor mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu, 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163, dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.

“Berdasarkan Fatwa MUI, ada dua jenis sapi yang terkena PMK, yang berat dan yang ringan. Kalau yang ringan masih bisa dijadikan hewan kurban dan sah. Nah kalau yang berat sampai lempoh (lumpuh) kukunya copot itu tidak bisa,” terang dia.

Terkait penutupan sejumlah pasar hewan, Agus menyebut hal itu menjadi kewenangan pemkab ataupun pemkot. Ia menggarisbawahi, penutupan pasar hewan menjadi upaya mencegah penyebaran transmisi PMK.

“Langkah penutupan pasar hewan itu pun harus diikuti dengan penjagaan lalu lintas hewan ternak,” tandas Agus. (bay/ria)

SEMARANG – Pemprov Jateng memastikan surplus hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Untuk itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng mengimbau masyarakat untuk tak khawatir.

Berdasarkan data disnakkeswan, surplus hewan kurban mencapai 26.620 ekor dari potensi hewan kurban di Jateng mencapai 399.302 ekor. Sementara kebutuhan kurban 372.682 ekor.

“Kami juga terus melakukan penyehatan kembali hewan ternak yang terindikasi PMK (penyakit mulut dan kuku),” kata Kepala Disnakkeswan Jateng Agus Wariyanto, Selasa (22/6).

Berdasar data Disnakkeswan Jateng per Rabu (22/6), ternak yang terduga mengalami gejala PMK sejumlah 23.487 ekor. Sebanyak 300 di antaranya dinyatakan positif PMK, melalui uji medis.

Dari jumlah ternak terduga PMK, sebanyak 20.254 ekor mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu, 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163, dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.

“Berdasarkan Fatwa MUI, ada dua jenis sapi yang terkena PMK, yang berat dan yang ringan. Kalau yang ringan masih bisa dijadikan hewan kurban dan sah. Nah kalau yang berat sampai lempoh (lumpuh) kukunya copot itu tidak bisa,” terang dia.

Terkait penutupan sejumlah pasar hewan, Agus menyebut hal itu menjadi kewenangan pemkab ataupun pemkot. Ia menggarisbawahi, penutupan pasar hewan menjadi upaya mencegah penyebaran transmisi PMK.

“Langkah penutupan pasar hewan itu pun harus diikuti dengan penjagaan lalu lintas hewan ternak,” tandas Agus. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/