alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Bansos Tepat Sasaran, Jalan Ampuh Tekan Kemiskinan

RADARSOLO.ID – Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat angka kemiskinan di Indonesia semakin tinggi. Pada Maret 2021, angka kemiskinan di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 10,14 persen atau 27,45 juta orang.

Dilansir dari JawaPos.com, Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk menurunkan angka kemiskinan. Pertama, dengan mengendalikan harga di seluruh wilayah di Indonesia. Kedua, melakukan perlindungan sosial bagi orang yang rentan. Ketiga, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai stimulasi.

Pada intinya, bagaimana memastikan program bantuan sosial itu diberikan secara tepat sasaran kepada orang-orang yang sudah dutargetkan sebelumnya. Selain itu, penerimaan bansos harus tepat penggunaan dan pemanfaatannya.

“Harapan kita ialah agar nantinya mereka yang terpilih sebagai sempel, otomatis pengeluarannya bisa lebih tinggi dari garis kemiskinan dan dia bisa keluar dari garis kemiskinan karena telah mendapatkan bantuan sosial dan dimanfaatkan secara tepat,” ujar Margo Yuwono pada Rabu (21/7).

Margo mengungkapkan berdasarkan perhitungan terakhir, bahwa garis kemiskinan secara nasional perkapitanya telah mencapai Rp 472.535, yang artinya pengeluaran penduduk di bawah garis kemiskinan itu dikategorikan miskin. Dan untuk perhitungan secara provinsi itu, maka garis keturunan tiap provinsi sudah berbeda-beda.

Margo mengingatkan, jika ingin menurunkan angka kemiskinan maka harus fokus pada pulau Jawa karena meskipun secara presentase kecil, namun dari sisi jumlah sangat banyak.

“Jadi kalau berfokus mengurangi jumlah kemiskinan secara nasional, maka fokus menanganinya di Jawa karena julahnya sangat besar,” katanya.


RADARSOLO.ID – Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat angka kemiskinan di Indonesia semakin tinggi. Pada Maret 2021, angka kemiskinan di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 10,14 persen atau 27,45 juta orang.

Dilansir dari JawaPos.com, Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk menurunkan angka kemiskinan. Pertama, dengan mengendalikan harga di seluruh wilayah di Indonesia. Kedua, melakukan perlindungan sosial bagi orang yang rentan. Ketiga, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai stimulasi.

Pada intinya, bagaimana memastikan program bantuan sosial itu diberikan secara tepat sasaran kepada orang-orang yang sudah dutargetkan sebelumnya. Selain itu, penerimaan bansos harus tepat penggunaan dan pemanfaatannya.

“Harapan kita ialah agar nantinya mereka yang terpilih sebagai sempel, otomatis pengeluarannya bisa lebih tinggi dari garis kemiskinan dan dia bisa keluar dari garis kemiskinan karena telah mendapatkan bantuan sosial dan dimanfaatkan secara tepat,” ujar Margo Yuwono pada Rabu (21/7).

Margo mengungkapkan berdasarkan perhitungan terakhir, bahwa garis kemiskinan secara nasional perkapitanya telah mencapai Rp 472.535, yang artinya pengeluaran penduduk di bawah garis kemiskinan itu dikategorikan miskin. Dan untuk perhitungan secara provinsi itu, maka garis keturunan tiap provinsi sudah berbeda-beda.

Margo mengingatkan, jika ingin menurunkan angka kemiskinan maka harus fokus pada pulau Jawa karena meskipun secara presentase kecil, namun dari sisi jumlah sangat banyak.

“Jadi kalau berfokus mengurangi jumlah kemiskinan secara nasional, maka fokus menanganinya di Jawa karena julahnya sangat besar,” katanya.

Populer

Berita Terbaru