alexametrics
21.9 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Ganjar Pastikan Bantuan dengan Anggaran Rp 418 M Segera Tersalurkan

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bantuan yang sudah terprogram akan segera disalurkan ke masyarakat, menyusul keputusan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah pusat. Total ada anggaran sebesar Rp 418,8 miliar dari APBD Provinsi Jateng dan Rp 4,7 triliun dari APBN.

Ganjar mengatakan, anggaran-anggaran tersebut sudah disiapkan tahun ini melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Anggaran itu digunakan untuk bantuan sosial antisipasi dampak PPKM.

“Sudah ada alokasinya. Umpama sisi infrastruktur, ada sumbangan listrik untuk alokasi 15.000 KK. Pembangunan rehab dan distribusi rumah korban bencana alokasi 327 unit. Dari ini saja, ada Rp 12,8 miliar dan saya minta bisa ditambah,” beber Ganjar.

Selain itu, ada juga bantuan dari sisi sosial. Total ada Rp 381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp 2,4 triliun dari APBN. Untuk anggaran pemprov, ada tujuh kegiatan di dinas kesehatan, DP3AP2AKB, dinas sosial, dinas pendidikan, dan biro kesra.

Di antaranya untuk program jambanisasi, alat bantu produksi, Kartu Jateng Sejahtera, beasiswa untuk siswa kurang mampu, hibah Kemenag, dan lainnya.

“Untuk anggaran dari pusat itu ada tujuh kegiatan. Di antaranya BLT Dana Desa, bansos PKH, BPNT, BST dan bantuan beras untuk 7,6 juta KK,” ucap Ganjar.

Dari sisi ekonomi, disiapkan anggaran total Rp 24,1 miliar dari APBD Provinsi dan APBN Rp 2,2 triliun APBN. Untuk anggaran APBD, bantuan diberikan untuk BBM nelayan, asuransi nelayan, paket olahan ikan, cadangan beras, dan bansos paket peternakan.

Sementara anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro dengan target 2,8 juta UKM. Saat ini, sudah terealisasi 1,1, masing-masing mendapat Rp 1,2 juta. Selain itu, ada juga Kartu Prakerja untuk 350.000 orang dan terealisasi 194.718 orang.

“Ini yang saya maksud harus digas agar segera tersalurkan,” tegas Ganjar.

Kembali Siapkan Refocusing

Selain memastikan bantuan yang sudah ada bisa segera tersalurkan, Ganjar juga telah menyusun strategi refocusing. Sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jateng sudah mengusulkan rencana refocusing.

Beberapa usulan adalah alokasi bantuan sosial untuk 133.555 KK. Masing-masing akan menerima Rp 200 ribu. Bantuan akan diberikan untuk pedagang, sopir, tukang ojek, biaya transporter, dan lainnya.

Selain itu, ada juga usulan bansos untuk 157.795 UKM yang terdampak Covid-19. Bantuan dinas ketahanan pangan sekitar Rp 3,3 miliar untuk petani. Distanbun memberikan bantuan untuk 5.708 kelompok tani. Kemudian, disperindag mengusulkan bantuan produk bahan baku industri bagi 3500 IKM.

“Dari disporapar juga mengusulkan bantuan sembako bagi 12.586 pelaku pariwisata yang terdampak PPKM. Jadi kira-kira kita siapkan Rp 143,5 miliar,” pungkas Ganjar. (bay/ria)


SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bantuan yang sudah terprogram akan segera disalurkan ke masyarakat, menyusul keputusan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah pusat. Total ada anggaran sebesar Rp 418,8 miliar dari APBD Provinsi Jateng dan Rp 4,7 triliun dari APBN.

Ganjar mengatakan, anggaran-anggaran tersebut sudah disiapkan tahun ini melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Anggaran itu digunakan untuk bantuan sosial antisipasi dampak PPKM.

“Sudah ada alokasinya. Umpama sisi infrastruktur, ada sumbangan listrik untuk alokasi 15.000 KK. Pembangunan rehab dan distribusi rumah korban bencana alokasi 327 unit. Dari ini saja, ada Rp 12,8 miliar dan saya minta bisa ditambah,” beber Ganjar.

Selain itu, ada juga bantuan dari sisi sosial. Total ada Rp 381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp 2,4 triliun dari APBN. Untuk anggaran pemprov, ada tujuh kegiatan di dinas kesehatan, DP3AP2AKB, dinas sosial, dinas pendidikan, dan biro kesra.

Di antaranya untuk program jambanisasi, alat bantu produksi, Kartu Jateng Sejahtera, beasiswa untuk siswa kurang mampu, hibah Kemenag, dan lainnya.

“Untuk anggaran dari pusat itu ada tujuh kegiatan. Di antaranya BLT Dana Desa, bansos PKH, BPNT, BST dan bantuan beras untuk 7,6 juta KK,” ucap Ganjar.

Dari sisi ekonomi, disiapkan anggaran total Rp 24,1 miliar dari APBD Provinsi dan APBN Rp 2,2 triliun APBN. Untuk anggaran APBD, bantuan diberikan untuk BBM nelayan, asuransi nelayan, paket olahan ikan, cadangan beras, dan bansos paket peternakan.

Sementara anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro dengan target 2,8 juta UKM. Saat ini, sudah terealisasi 1,1, masing-masing mendapat Rp 1,2 juta. Selain itu, ada juga Kartu Prakerja untuk 350.000 orang dan terealisasi 194.718 orang.

“Ini yang saya maksud harus digas agar segera tersalurkan,” tegas Ganjar.

Kembali Siapkan Refocusing

Selain memastikan bantuan yang sudah ada bisa segera tersalurkan, Ganjar juga telah menyusun strategi refocusing. Sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jateng sudah mengusulkan rencana refocusing.

Beberapa usulan adalah alokasi bantuan sosial untuk 133.555 KK. Masing-masing akan menerima Rp 200 ribu. Bantuan akan diberikan untuk pedagang, sopir, tukang ojek, biaya transporter, dan lainnya.

Selain itu, ada juga usulan bansos untuk 157.795 UKM yang terdampak Covid-19. Bantuan dinas ketahanan pangan sekitar Rp 3,3 miliar untuk petani. Distanbun memberikan bantuan untuk 5.708 kelompok tani. Kemudian, disperindag mengusulkan bantuan produk bahan baku industri bagi 3500 IKM.

“Dari disporapar juga mengusulkan bantuan sembako bagi 12.586 pelaku pariwisata yang terdampak PPKM. Jadi kira-kira kita siapkan Rp 143,5 miliar,” pungkas Ganjar. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru