alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

BNPB Catat 2.552 Kejadian Bencana sepanjang 2021, Telan 584 Korban Jiwa

RADARSOLO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 kejadian bencana alam telah terjadi di Indonesia sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data BNPB, kejadian bencana alam yang terjadi di Tanah Air didominasi oleh bencana banjir, angin puting beliung serta kejadian tanah longsor.

BNPB menyebutkan, bencana banjir telah terjadi sebanyak 1.062 kejadian, angin puting beliung 650 kejadian, tanah longsor 511 kejadian, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 263 kejadian.

Lebih lanjut gempa bumi turut terjadi sebanyak 27 kali, kekeringan tercatat 15 kali, juga gelombang pasang dan abrasi sebanyak 24 kali.

Terdapat pula bencana non-alam yakni penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah melanda seluruh penjuru negeri, hingga saat ini terhitung sejak13 April  2020.

Bencana-bencana tersebut telah menimbulkan dampak, baik adanya korban jiwa maupun kerugian materi. Tercatat sejak 1 Januari hingga 24 November 2021, sebanyak 7.522.866 orang harus mengungsi dan menderita, 584 jiwa meninggal dunia, 76 orang dinyatakan hilang, serta 13.087 orang mengalami luka-luka.

Kemudian, sebanyak 135.812 rumah dinyatakan rusak, dengan 17.305 rumah rusak berat, 24.293 rusak sedang, dan 94.214 rumah dinyatakan mengalami rusak ringan.

Hal yang sama juga terjadi pada fasilitas umum. Sebanyak 3.622 fasilitas umum mengalami kerusakan. Di antaranya, 1.462 fasilitas pendidikan, 1.807 fasilitas peribadatan dan 353 fasilitas kesehatan. Sedangkan sebanyak 503 kantor dan 395 jembatan ikut dinyatakan mengalami kerusakan. (Antara)






Reporter: Antara News

RADARSOLO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 kejadian bencana alam telah terjadi di Indonesia sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data BNPB, kejadian bencana alam yang terjadi di Tanah Air didominasi oleh bencana banjir, angin puting beliung serta kejadian tanah longsor.

BNPB menyebutkan, bencana banjir telah terjadi sebanyak 1.062 kejadian, angin puting beliung 650 kejadian, tanah longsor 511 kejadian, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 263 kejadian.

Lebih lanjut gempa bumi turut terjadi sebanyak 27 kali, kekeringan tercatat 15 kali, juga gelombang pasang dan abrasi sebanyak 24 kali.

Terdapat pula bencana non-alam yakni penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah melanda seluruh penjuru negeri, hingga saat ini terhitung sejak13 April  2020.

Bencana-bencana tersebut telah menimbulkan dampak, baik adanya korban jiwa maupun kerugian materi. Tercatat sejak 1 Januari hingga 24 November 2021, sebanyak 7.522.866 orang harus mengungsi dan menderita, 584 jiwa meninggal dunia, 76 orang dinyatakan hilang, serta 13.087 orang mengalami luka-luka.

Kemudian, sebanyak 135.812 rumah dinyatakan rusak, dengan 17.305 rumah rusak berat, 24.293 rusak sedang, dan 94.214 rumah dinyatakan mengalami rusak ringan.

Hal yang sama juga terjadi pada fasilitas umum. Sebanyak 3.622 fasilitas umum mengalami kerusakan. Di antaranya, 1.462 fasilitas pendidikan, 1.807 fasilitas peribadatan dan 353 fasilitas kesehatan. Sedangkan sebanyak 503 kantor dan 395 jembatan ikut dinyatakan mengalami kerusakan. (Antara)






Reporter: Antara News

Populer

Berita Terbaru