alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Ganjar Acungi Jempol 14 Kabupaten-Kota Miliki Daya Saing Tinggi, Mana Saja?

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat kurang lebih 327 inovasi yang lahir tahun ini, baik dari perangkat daerah maupun masyarakat. Apresiasi diberikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada 14 kabupaten/kota pemenang Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan tiga pemenang Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2021.

Sebanyak 14 kabupaten/kota tersebut, yakni Kota Solo, Kota Semarang, Salatiga, Kota Pekalongan, Wonogiri, Sragen, Kabupaten Semarang, Rembang, Purbalingga, Pati, Kudus, Kendal, Banyumas, dan Batang. Kemudian, tiga penerima penghargaan Krenova yakni Soekma Agus Sulistyo, Fatah Syaifur Rochman, dan Teguh Waluyo.

“Seperti yang disampaikan bapak gubernur, sudah ada sekitar 327 inovasi untuk tahun ini di Jawa Tengah. Baik inovasi dari perangkat daerah maupun dari masyarakat,” ujar Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Bappeda Provinsi Jawa Tengah Agung Koenmarjono usai acara pemberian penghargaan di Gedung Gradhika Pemprov Jateng, Kamis (25/11).

Dikatakan Agung, untuk bisa bersaing diperlukan kreativitas dan inovasi. Dari kreasi dan inovasi yang telah tersebut akan terus dikembangkan. Termasuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas inovatif, media massa, bahkan dunia usaha.

“Dengan kolaborasi, produk kreasi dan inovasi dapat dilakukan komersialisasi dan hilirisasi,” ungkap Agung.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap kabupaten/kota maupun masyarakat yang telah berhasil melakukan inovasi kreasi.

“Ini kita kasih pernghargaan kepada mereka yang berhasil melakukan kreasi inovasi. Sehingga ada daya saing dari kabupaten/kota dan dari masyarakat yang ternyata temuannya cukup banyak,” tutur Ganjar.

Temuan kreasi inovasi tersebut diharapkan menjadi ruang yang bisa menyelesiakan persoalan dengan melibatkan berbagai pihak.

Apalagi, kata Ganjar, menyongsong era industri 5.0, kreasi dan inovasi mutlak diperlukan. Tentu juga melibatkan banyak pihak.

“Memadukan berbagai kekutan, sumber daya, termasuk teknologi informasi digital untuk menyelesaikan persoalan. Ternyata banyak kabupaten/kota ini yang hebat-hebat. Bahkan tadi ada bagian masyarakat yang terlibat dan hasilnya cukup bagus. Kita kasih pernghargan pada mereka,” pungkas gubernur. (bay/ria)

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat kurang lebih 327 inovasi yang lahir tahun ini, baik dari perangkat daerah maupun masyarakat. Apresiasi diberikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada 14 kabupaten/kota pemenang Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan tiga pemenang Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2021.

Sebanyak 14 kabupaten/kota tersebut, yakni Kota Solo, Kota Semarang, Salatiga, Kota Pekalongan, Wonogiri, Sragen, Kabupaten Semarang, Rembang, Purbalingga, Pati, Kudus, Kendal, Banyumas, dan Batang. Kemudian, tiga penerima penghargaan Krenova yakni Soekma Agus Sulistyo, Fatah Syaifur Rochman, dan Teguh Waluyo.

“Seperti yang disampaikan bapak gubernur, sudah ada sekitar 327 inovasi untuk tahun ini di Jawa Tengah. Baik inovasi dari perangkat daerah maupun dari masyarakat,” ujar Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Bappeda Provinsi Jawa Tengah Agung Koenmarjono usai acara pemberian penghargaan di Gedung Gradhika Pemprov Jateng, Kamis (25/11).

Dikatakan Agung, untuk bisa bersaing diperlukan kreativitas dan inovasi. Dari kreasi dan inovasi yang telah tersebut akan terus dikembangkan. Termasuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas inovatif, media massa, bahkan dunia usaha.

“Dengan kolaborasi, produk kreasi dan inovasi dapat dilakukan komersialisasi dan hilirisasi,” ungkap Agung.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap kabupaten/kota maupun masyarakat yang telah berhasil melakukan inovasi kreasi.

“Ini kita kasih pernghargaan kepada mereka yang berhasil melakukan kreasi inovasi. Sehingga ada daya saing dari kabupaten/kota dan dari masyarakat yang ternyata temuannya cukup banyak,” tutur Ganjar.

Temuan kreasi inovasi tersebut diharapkan menjadi ruang yang bisa menyelesiakan persoalan dengan melibatkan berbagai pihak.

Apalagi, kata Ganjar, menyongsong era industri 5.0, kreasi dan inovasi mutlak diperlukan. Tentu juga melibatkan banyak pihak.

“Memadukan berbagai kekutan, sumber daya, termasuk teknologi informasi digital untuk menyelesaikan persoalan. Ternyata banyak kabupaten/kota ini yang hebat-hebat. Bahkan tadi ada bagian masyarakat yang terlibat dan hasilnya cukup bagus. Kita kasih pernghargan pada mereka,” pungkas gubernur. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru