Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usul Cabut Status Bansos Keluarga Pelaku Tawuran, Ini Alasan DPRD DKI

Syahaamah Fikria
Penulis: Syahaamah Fikria❯
Ilustrasi tawuran.
Ilustrasi tawuran.

RADARSOLO.COM - Usulan pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat tawuran mencuat di DPRD DKI Jakarta, menyusul maraknya bentrokan warga di Ibu Kota pada awal 2026.


Advertisement

Langkah tegas ini dinilai perlu sebagai bentuk efek jera sekaligus mendorong peran keluarga dalam mencegah aksi kekerasan berulang.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi hingga mencabut bansos bagi keluarga yang terbukti memiliki anggota terlibat dalam aksi tawuran.

Menurut Justin, pendekatan tersebut bukan semata-mata bersifat hukuman.

Advertisement

Melainkan bentuk dorongan agar keluarga lebih bertanggung jawab dalam mengawasi dan membina anggotanya, khususnya anak-anak dan remaja.

“Tawuran itu perilaku yang bisa menular. Maka dari itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran,” ujar Justin.

Tawuran Kembali Marak Awal 2026

Advertisement

Justin menyoroti fakta bahwa tahun 2026 baru berjalan beberapa hari, namun sudah diwarnai rentetan tawuran di berbagai titik Ibu Kota.

Dalam dua hari terakhir, bentrokan antarwarga dilaporkan terjadi di kawasan Manggarai, Klender, dan Ciracas.

Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya peran keluarga dalam mendidik dan mengarahkan anggota keluarganya agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.

Bansos Adalah Hasil Keringat Rakyat

Atas kondisi itu, Justin mendorong Pemprov DKI Jakarta, khususnya melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima bantuan sosial yang keluarganya terlibat tawuran.

Jika memungkinkan secara regulasi, ia menilai pencabutan bansos bisa menjadi instrumen penegakan disiplin sosial sekaligus memberi efek jera.

“Pemprov perlu menunjukkan ketegasan. Tawuran ini sudah berulang kali terjadi dan cenderung dibiarkan tanpa solusi konkret yang menyentuh akar persoalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini tidak ada konsekuensi nyata bagi keluarga pelaku, sehingga sikap abai terus berulang.

Bahkan, pelaku yang diamankan kerap hanya dikembalikan ke orang tua tanpa proses pembinaan yang berkelanjutan.

Justin juga mengingatkan bahwa bansos bersumber dari uang rakyat Jakarta.

Oleh karena itu, menurutnya, bansos seharusnya diberikan kepada warga yang ikut menjaga ketertiban dan berkontribusi positif bagi lingkungan.

“Bansos ini keringat rakyat Jakarta. Sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga yang baik dan taat aturan,” ujarnya.

Tawuran Manggarai Dibubarkan dengan Gas Air Mata

Sebelumnya, tawuran besar sempat terjadi di Terowongan Manggarai, Jalan Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (2/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Bentrokan melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dengan warga RW 012.

Kepolisian terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa agar situasi segera terkendali.

“Iya, pakai gas air mata supaya cepat bubar,” kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKBP Murodih.

Menurut Murodih, langkah tersebut diambil demi menciptakan kondisi aman dan mencegah gangguan terhadap pengguna jalan di sekitar lokasi.

“Tujuannya supaya situasi cepat kondusif dan tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya. (ria)

Advertisement

Artikel Terkait

Bansos PKH-BPNT Tahap 4 Cair Lewat Bank Apa? Cek Update BRI, BNI, Mandiri, BTN dan BSI

Bansos PKH-BPNT Tahap 4 Cair Lewat Bank Apa? Cek Update BRI, BNI, Mandiri, BTN dan BSI

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 periode Oktober–Desember 2026 cair lewat bank apa? Simak daftar bank penyalur, update BRI, BNI, Mandiri, BTN, status BSI, serta cara mencairkan bantuan melalui ATM dan Kantor Pos.

Cara Tarik Bansos BPNT Rp600 Ribu Tunai dari Rekening KKS Sampai November 2026, Cek Syaratnya

Cara Tarik Bansos BPNT Rp600 Ribu Tunai dari Rekening KKS Sampai November 2026, Cek Syaratnya

Cara tarik bansos BPNT Rp600 ribu secara tunai dari rekening KKS sampai November 2026. Simak syarat penerima, langkah pencairan melalui ATM, dan cara cek status bantuan di laman resmi Kemensos.

Pengetasan Kemiskinan Tak Cukup Bansos, Butuh Akses Kerja dan Aset Produktif

Pengetasan Kemiskinan Tak Cukup Bansos, Butuh Akses Kerja dan Aset Produktif

Budiman Sudjatmiko menegaskan pengentasan kemiskinan tak cukup mengandalkan bansos, tetapi perlu akses pekerjaan, pendidikan, hunian layak, dan aset produktif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer