Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI, Perkuat Permodalan dan Dorong Peningkatan Free Float

Tri Wahyu Cahyono
Penulis: Tri Wahyu Cahyono❯
Dari kiri, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo, Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin berbincang sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta. (DOK.BSI)
Dari kiri, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo, Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin berbincang sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta. (DOK.BSI)

Advertisement

RADARSOLO.COM - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau Rights Issue.

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (6/11/2026).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, Rights Issue merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float).

Kedua langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis BSI, memperluas partisipasi investor, serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri perbankan dan pasar modal.

Advertisement

Menurut Anggoro, peningkatan free float merupakan langkah yang telah lama dinantikan pasar.

Dengan porsi free float saat ini sekitar 9,9%, peningkatan kepemilikan saham publik diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk bagi investor institusi dan global yang menjadikan tingkat free float sebagai salah satu pertimbangan dalam keputusan investasi. 

Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi BSI untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global.

"Kami melihat peningkatan free float sebagai momentum untuk memperluas basis investor BSI dan meningkatkan daya tarik saham Perseroan di pasar modal. Dengan kepemilikan saham publik yang lebih luas, semakin banyak investor domestik maupun global yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan BSI," urai Anggoro.

"Kami berharap pelaksanaan Rights Issue ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia sekaligus mendorong masuknya aliran investasi portofolio asing (foreign portfolio inflow)," lanjutnya.

Advertisement
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BSI

Artikel Terkait

Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Daerah Terpencil,  Kinerja BSI Agen Diapresiasi

Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Daerah Terpencil,  Kinerja BSI Agen Diapresiasi

Perluasan jaringan BSI Agen merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan ekonomi nasional.

UMKM Sambut Baik Komitmen BSI dan BPJPH Fasilitasi 5.000 Sertifikasi Halal

UMKM Sambut Baik Komitmen BSI dan BPJPH Fasilitasi 5.000 Sertifikasi Halal

BSI berkomitmen tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra bagi UMKM agar mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.

1.000 Lebih Paket Umrah Ludes Terjual di BSI International Expo 2026: Mulai Rp22 Juta, Jadi Incaran Anak Muda

1.000 Lebih Paket Umrah Ludes Terjual di BSI International Expo 2026: Mulai Rp22 Juta, Jadi Incaran Anak Muda

BSI International Expo 2026 catat rekor 1.100 paket umrah terjual. Buktikan tren umrah anak muda kian melonjak dengan paket terjangkau mulai Rp22 jutaan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer