23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Ganjar Umumkan UMP Jawa Tengah 2023 Rp 1,958 Juta: Naik 8,01 Persen

RADARSOLO.ID – Gubernur Ganjar Pranowo mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah untuk 2023 naik sebesar 8,01 persen menjadi Rp 1.958.169,69. Penetapan ini berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Permenaker No. 18 Tahun 2022 menyatakan bahwa penetapan UM (upah minimum,Red) memperhatikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta nilai alpha,” tutur Ganjar saat mengumumkan UMP Jateng 2023 di kantor gubernur, Senin (28/11).

Dalam aturan yang diteken Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah itu memang mengatur rumus perhitungan upah minimum. Dalam hitungan ini, Kemenaker memasukkan penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi.

Upah minimum 2023 dihitung dengan rumus yang sudah diatur pemerintah, yakni UM(t+1) = UM(t) + (Penyesuaian Nilai UM x UM(t)).

Dengan keterangan, UM(t+1) yaitu upah minimum yang akan ditetapkan. UM(t) yakni upah minimum tahun berjalan. Sementara penyesuaian nilai UM merupakan penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi dan α atau alpha. Atau dengan rumus penyesuaian nilai UM = inflasi + (PE x α).

Ganjar menerangkan, nilai alpha merupakan wujud indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentang tertentu. Yaitu 0,10 sampai dengan 0,30. Penentuan nilai alpha harus mempertimbangkan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja.

“Data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai upah minimum menggunakan data yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik yaitu Badan Pusat Statistik (BPS),” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut inflasi Jawa Tengah di angka 6,4 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen serta nilai α atau alpha sebesar 0,3. Keputusan ini berlaku mulai 1 Januari 2023.

“Mendasari UM Provinsi Jawa Tengah tahun 2023, kabupaten yang wajib menaikkan sesuai nilai UMP adalah Kabupaten Banjarnegara. Karena nilai UMK 2023 di bawah UMP 2023,” katanya.

UMP ini berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pekerja/buruh dengan kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari UMP.

“Keputusan ini telah melalui serangkaian tahapan. Utamanya mendengarkan aspirasi dari seluruh komponen yang terkait,” ucap Ganjar.

Ya, sejak sebelum mengajukan usulan upah minimum ke pusat, Ganjar selalu intens berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait, seperti buruh dan pengusaha dengan masing-masing asosiasinya.

Sedikitnya tiga kali Ganjar menggelar audiensi LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Jawa Tengah. Termasuk mengundang pakar. (bay/ria)

RADARSOLO.ID – Gubernur Ganjar Pranowo mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah untuk 2023 naik sebesar 8,01 persen menjadi Rp 1.958.169,69. Penetapan ini berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Permenaker No. 18 Tahun 2022 menyatakan bahwa penetapan UM (upah minimum,Red) memperhatikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi serta nilai alpha,” tutur Ganjar saat mengumumkan UMP Jateng 2023 di kantor gubernur, Senin (28/11).

Dalam aturan yang diteken Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah itu memang mengatur rumus perhitungan upah minimum. Dalam hitungan ini, Kemenaker memasukkan penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi.

Upah minimum 2023 dihitung dengan rumus yang sudah diatur pemerintah, yakni UM(t+1) = UM(t) + (Penyesuaian Nilai UM x UM(t)).

Dengan keterangan, UM(t+1) yaitu upah minimum yang akan ditetapkan. UM(t) yakni upah minimum tahun berjalan. Sementara penyesuaian nilai UM merupakan penjumlahan antara inflasi dengan perkalian pertumbuhan ekonomi dan α atau alpha. Atau dengan rumus penyesuaian nilai UM = inflasi + (PE x α).

Ganjar menerangkan, nilai alpha merupakan wujud indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentang tertentu. Yaitu 0,10 sampai dengan 0,30. Penentuan nilai alpha harus mempertimbangkan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja.

“Data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai upah minimum menggunakan data yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik yaitu Badan Pusat Statistik (BPS),” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut inflasi Jawa Tengah di angka 6,4 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen serta nilai α atau alpha sebesar 0,3. Keputusan ini berlaku mulai 1 Januari 2023.

“Mendasari UM Provinsi Jawa Tengah tahun 2023, kabupaten yang wajib menaikkan sesuai nilai UMP adalah Kabupaten Banjarnegara. Karena nilai UMK 2023 di bawah UMP 2023,” katanya.

UMP ini berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pekerja/buruh dengan kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari UMP.

“Keputusan ini telah melalui serangkaian tahapan. Utamanya mendengarkan aspirasi dari seluruh komponen yang terkait,” ucap Ganjar.

Ya, sejak sebelum mengajukan usulan upah minimum ke pusat, Ganjar selalu intens berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait, seperti buruh dan pengusaha dengan masing-masing asosiasinya.

Sedikitnya tiga kali Ganjar menggelar audiensi LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Jawa Tengah. Termasuk mengundang pakar. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img