Di daerah ini, air masih menggenangi permukiman warga dengan ketinggian setara paha orang dewasa. Selain meninjau banjir, Ganjar juga mengecek dapur umum yang dibangun Polrestabes Semarang.
Di tempat itu, Ganjar ngobrol dengan petugas kepolisian yang sedang memasak dan sejumlah ketua RT yang antre mengambil makanan. Ganjar meminta semua memastikan jika tidak boleh ada warga yang kelaparan akibat bencana banjir tersebut.
"Tolong pastikan semua masyarakat dapat makan. Tidak boleh ada yang kelaparan ya," kata Ganjar kepada Ketua RT dan Ketua RW tersebut.
Salah satu ketua RW di Kelurahan Tambakrejo, Mahmud mengatakan, banjir hampir menggenangi seluruh kelurahan Tambakrejo. Air bahkan sampai masuk ke rumah warga, dengan tinggi air selutut orang dewasa.
"Aktivitas masyarakat terganggu, karena hampir selutut di dalam rumah," katanya.
Meski kegiatan terhambat, namun Mahmud memastikan, semua warga telah tertangani dengan baik. Untuk kebutuhan makan pun sudah tercukupi semuanya. Selain dapur umum dari pemerintah, ada juga dapur umum yang dibangun pihak kepolisian.
"Untuk masyarakat kami usahakan semua tercover terkait makan," terangnya.
Sementara Ganjar mengatakan, penanganan banjir di kawasan tersebut sudah berjalan. Tindakan yang diambil juga sudah sesuai kebutuhan.
Ganjar juga telah mendapatkan laporan jika banjir di sejumlah titik sudah surut.
"Bu wakil wali kota komunikasi intens dengan saya, sekarang sudah jalan. Pak wali kota juga sudah melaporkan bahwa dari 18 titik banjir di Kota Semarang, beberapa sudah mulai surut. Tapi saya minta tetap standby karena hujan masih turun," papar dia.
Ganjar juga terus menegaskan agar semua warga tetap bisa tercukupi untuk kebutuhan makannya. Hal ini dia tekankan kepada masing-masing ketua RT/RW di lokasi yang terkena banjir.
"Barusan saya dapat laporan, ada dua orang di lokasi banjir yang belum dapat bantuan. Saya langsung kontak lurah dan hari ini langsung ditindaklanjuti. Maka yang sifatnya darurat-darurat semacam ini, saya minta mesti cepat," tegasnya.
Ganjar pun menyinggung kembali soal penanganan pompa di Kota Lama yang. Saat menggelar sidak di tempat itu, Ganjar menemukan hanya satu dari tiga pompa yang beroperasi. Dia langsung meminta untuk mengoptimalkan semua pompa yang ada.
"Tiga-tiganya harus dihidupkan untuk membantu mempercepat pengeringan. Saya terima kasih tadi lewat lagi, pompanya sudah hidup semua agar bisa mempercepat. Saya khawatir, dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi, banjir akan semakin parah," tandas Ganjar. (bay/ria)