"Ini kabar baik karena rakyat berani melapor, itu bagus saya sangat apresiasi. Saya nonton mbaknya yang cukup berani. Menurut saya ya harus mendapatkan pembelaan," kata Ganjar ditemui di kantornya, Senin (21/2).
Ganjar mengatakan, kejadian pelapor dugaan korupsi dilaporkan balik dan menjadi tersangka sudah sering terjadi.
"Sudah beberapa kali sebenarnya kejadian mirip-mirip seperti itu, pelapornya malah dibalik gitu ya. Kalau nggak biasanya ada tekanan," papar Ganjar.
Di Jawa Tengah, Ganjar juga sering menerima laporan dugaan korupsi. Ganjar biasanya meminta si pelapor untuk menjelaskan masalah dan memberikan bukti lengkapnya.
"Maka seringkali banyak orang melaporkan ke saya itu mesti saya mintai dulu datanya mana, apa problemnya, mana buktinya. Kalau itu kuat, biasanya dari sini langsung kita turunkan tim diam-diam," ujarnya.
Kendati kejadian yang mirip seperti Nurhayati sudah kerap terjadi, Ganjar tetap meminta masuyarakat untuk tak gentar dan tak takut. Jika memang menemukan dugaan tindak korupsi, harus tetap berani melapor. Yang terpenting, kata dia, pelapor memiliki bukti kuat agar laporannya tak justru jadi boomerang bagi diri sendiri.
"Siapkan buktinya, laporkan dengan baik dan tertutup. Itu jauh akan bisa lebih aman untuk semuanya. Tapi yang sudah terbuka begitu, penting juga untuk bisa dilihat kebenarannya seperti apa," ujarnya.
Dari kasus Nurhayati, Ganjar mengatakan, hal ini harus jadi koreksi pemerintah agar lebih serius dalam merespons laporan serupa. Sehingga, makin sedikit oknum yang berupaya untuk menyalahgunakan wewenang dalam mengelola uang negara.
“Harus menjadikan koreksi untuk semua penyelenggara negara bahwa kita di dalam aquarium, ditonton semua orang dengan sangat transparan. Maka hati-hati dengan penggunaan berbagai cara," tegas Ganjar. (bay/ria)
ganjar pranowo, pelapor korupsi jadi tersangka, nurhayati, korupsi dana desa, Editor : Syahaamah Fikria