Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Menuju Bangsa yang Religius dan Berkarakter

Damianus Bram • Minggu, 20 November 2022 | 17:55 WIB
TEMUI WARGA: Sosialisasi pilar kebangsaan di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (16/11). (DOK. PRIBADI)
TEMUI WARGA: Sosialisasi pilar kebangsaan di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (16/11). (DOK. PRIBADI)
RADARSOLO.ID - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri  juga menjabarkan internalisasi nilai sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa menuju bangsa yang religius dan berkarakter.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang berdaulat dengan ideologi Pancasila. Ideologi ini digunakan sebagai fundamental dalam tatanan negara dan tujuan dari negara Indonesia. Nilai-nilai dalam Pancasila mencerminkan tingkah laku bangsa Indonesia sehari-hari.

Dari lima sila Pancasila, salah satunya sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan dan mempercayai Tuhan dan menjalankan perintah dan larangan Tuhan sebagai bangsa yang religius.

”Indonesia juga menjamin kemerdekaan setiap warganya dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan yang dipilih,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah ini.

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila tersebut adalah percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa serta menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

”Kemudian saling menghormati pemeluk agama lain, memiliki toleransi antarumat beragama, tidak memaksakan kehendak antarumat beragama. Serta tidak mencemooh atau mengejek kepercayaan orang lain,” imbuh politis dari Dapil VII Jateng (Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kota Solo) ini.

Menurutnya. bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious. Artinya nilai-nilai agama menjadi pedoman berperilaku dalam berinteraksi sosial. Masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai agama, dan itulah yang harus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan. Indonesia lahir melalui perjuangan panjang para pendahulu yang dilandasi spirit religiusitas dan nilai keagamaan.

”Secara arif, para pendiri bangsa bahkan menjadikan agama sebagai faktor perajut dan perangkai keragaman bangsa yang sangat plural, sehingga keutuhan dan kesatuannya tetap terjaga,” jelasnya.

Quatly menambahkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berkarakter. ”Jika ada pertanyaan apa karakter khas bangsa Indonesia? Jawabnya adalah Pancasila. Pancasila memberikan warna (corak) identitas/karakter Indonesia sebagai sebuah bangsa,” jelasnya.

Pancasila sebagai falsafah dan norma dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsekuensinya, Pancasila selain menjadi identitas/karakter juga menjadi dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum dalam bernegara. (adv-nif) Editor : Damianus Bram
#sosialisasi pilar kebangsaan #Quatly Abdulkadir Alkatiri #Bangsa yang Religius #Bangsa yang Berkarakter