Mobil dinas DPRD Jambi itu dikemudikan oleh anak SMA di bawah umur bersama pacarnya yang juga masih anak SMA. Peristiwa kecelakaan itu pun kian membuat heboh karena saat melakukan pertolongan, warga menemukan anak SMA Jambi telanjang dalam mobil dinas plat merah tersebut.
Akibat kecelakaan itu, keduanya mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis. Anak SMA Jambi pengemudi mobil mengalami memar. Sementara pacarnya mengalami patah tulang kaki.
Berikut fakta-fakta kecelakaan mobil dinas DPRD Jambi, dilansir dari Pojoksatu.id:
1. Ringsek parah
Mobil sedan mewah berplat merah itu diketahui menabrak tiang papan reklame di depan RS Siloam, Jambi Selatan, Kota Jambi.
Mobil yang mengalami kecelakaan tunggal ini adalah jenis sedan merek Toyota Camry dengan nomor polisi BH 1842 Z. Dari keterangan saksi, diduga mobil sedan sudah dikejar oleh sejumlah orang. “Katanya sebelum kecelakaan lebih dulu nabrak pohon karena katanya sempat dikejar orang,” terang saksi.
2. Negatif narkoba
Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi menuturkan, Camry DPRD Jambi itu berisi dua anak SMA Jambi laki-laki dan perempuan.
“Setelah diperiksa urinenya negatif atau mereka berdua tidak terbukti mengkonsumsi narkoba,” kata Eko Wahyudi, Jumat (3/2).
Eko juga mengungkap, berdasarkan keterangan petugas di lapangan, kedua anak SMA Jambi itu juga tidak dalam pengaruh alkohol. Akan tetapi, pihaknya belum bisa memintai keterangan dari kedua anak di bawah umur tersebut.
“Anak di bawah umur harus didampingi dan mereka dalam kondisi trauma,” kata dia.
Akibat kecelakaan itu, kedua anak SMA tersebut mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. “Untuk pengemudi mengalami memar, tetapi untuk teman wanitanya patah kaki dan masih dalam perawatan,” beber Eko.
3. Anak SMA
Polisi akhirnya mengungkap identitas anak SMA Jambi bugil dalam kecelakaan mobil dinas DPRD Jambi itu. Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi mengungkap, mobil sedan mewah itu dikemudikan oleh seorang anak SMA. Anak SMA tersebut bersama teman perempuannya.
Identitas anak SMA laki-laki pengemudi Camry plat merah tersebut diketahui berinisial SA. Sementara identitas pacarnya diketahui berinisial TA. “Memang benar ada teman wanitanya. Mereka sama- sama masih anak sekolah,” ungkap Kombes Eko Wahyudi.
4. Anak SMA Jambi bugil jadi tontonan
Video detik-detik sesaat setelah kecelakaan tunggal itu sendiri ramai dan langsung viral di media sosial. Pertama, karena mobil tersebut adalah mobil plat merah atau kendaraan dinas yang hanya boleh digunakan untuk keperluan kedinasan.
Sementara pengemudi dan penumpangnya diketahui merupakan anak SMA Jambi. Namun yang membuat heboh adalah anak SMA perempuan yang didapati dalam keadaan tanpa pakaian alias bugil.
Itu terlihat saat dilakukan pertolongan kepada anak SMA perempuan tersebut. Akhirnya, anak SMA Jambi bugil itu jadi tontonan warga dan pengendara yang kebetulan melintas.
5. Mobil lelang
Awalnya, mobil dinas itu diduga merupakan mobil pimpinan DPRD Jambi. Namun itu dibantah Ketua DPRD Jambi Eko Purwanto. Eko Purwanto menyatakan, mobil itu merupakan mobil dinas pimpinan DPRD Jambi periode 2014-2019. Ia mengungkap bahwa Camry hitam itu yang menunggu proses lelang.
6. Identitas orang tua
Selain mengungkap status mobil milik rakyat itu, Eko Purwanto juga mengungap identitas orang tua anak SMA Jambi pengemudi Camry kecelakaan. Orang tua anak SMA pengemudi Camry DPRD Jambi itu ternyata bukan anggota dewan. Akan tetapi, aparatur sipil negara atau ASN DPRD Jambi.
Eko Purwanto mengakui bahwa mobil itu adalah milik Sekretariat DPRD Jambi. “Mobil itu dibawa pulang oleh Kasubag Rumah Tangga dan Aset Sekretariat DPRD Jambi,” bebernya.
7. Orang tua baru menjanda
Edi Purwanto juga mengungkap bahwa orang tua anak SMA Jambi pengemudi Camry itu baru saja terkena musibah. Yakni baru saja berstatus janda setelah suaminya meninggal dunia.
“Saya turut berduka cita, saya juga prihatin, suaminya baru saja meninggal. Sekarang ada musibah lagi anaknya kecelakaan,” ungkap dia.
Kendati demikian, Eko Purwanto tetap meminta pertanggungjawaban ASN tersebut. Itu karena ASN yang bersangkutan telah melakukan kelalaian membiarkan mobil dinas dibawa oleh anaknya yang masih di bawah umur.
Karena itu, ia menegaskan bahwa sanksi dan aturan tetap harus ditegakkan. “Sebagai bentuk tanggung jawab saya minta ASN tersebut diberi sanksi tegas atau dinonaktifkan,” pungkasnya. (pojoksatu/jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria