RADARSOLO.COM – Kebijakan one way diberlakukan di ruas Tol Kalikangkung hingga Tol Cipali, Sabtu-Senin (13-15/4). Dampaknya, terjadi kepadatan arus di jalur arteri Solo-Semarang. Puncaknya pada Minggu malam (14/4), perjalanan dari Semarang menuju Solo tembus 7 jam. Normalnya, jarak tempuh hanya 2 jam perjalanan via jalur arteri.
Pemudik asal Kota Solo Agustinus Yuliadi, 60, mengaku balik dari Kota Semarang menuju Solo pada Minggu malam. Karena kebijakan one way, dia tidak bisa pulang via tol.
“Semua kendaraan yang mau ke arah timur (Solo) dialihkan lewat jalan arteri. Jadi untuk keluar dari Kota Semarang saja, butuh 2 jam. Selanjutnya di jalan nasional lewat Ungaran, Tuntang, Salatiga, Boyolali, dan masuk Solo butuh waktu 5 jam,” ujar Agustinus, Senin (15/4/2024).
Sejatinya, Agustinus sempat mencoba masuk ke beberapa gerbang tol. Seperti Gerbang Tol Bawen dan Salatiga. Sayang akses menuju arah timur ditutup.
“Di jalan arteri padat merayap. Normalnya Semarang sampai Solo kan 2 jam. Ini saya sampai 7 jam,” imbuhnya.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di jalur Jogja-Solo di waktu yang sama. Jarak tempuh yang normalnya 1 jam, namun kali ini harus dilalui hingga 6 jam.
“Lalu lintas padat sekali. Agak longgar saat di tol fungsional,” beber Lukito, 56, warga Solo yang melakukan perjalanan balik dari Jogja.
Sementara itu, kepadatan arus di jalan nasional terpantau di kawasan Kleco, Kerten, dan Tugu Makhuto di hari yang sama. Arus baru bisa terurai Senin sore (15/4).
“Sirkulasi di jalan-jalan nasional di Kota Solo terpantau padat. Terutama di Jalan Adi Sucipto dan Jalan Slamet Riyadi. Dampak dari arus balik dari barat ke timur, terutama yang melintas via non-tol,” terang Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Ari Wibowo. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy