Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral!! Dokter Muda PPDS Unpad Sindir Kasus Senioritas dan Bullying di Undip Semarang yang Diduga Menjadi Penyebab Mahasiswi Akhiri Hidup

Damianus Bram • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:50 WIB
Isi buku diary yang ditulis Aulia Risma Lestari sebelum bunuh diri, dokter muda mahasiswi PPDS Undip Semarang.
Isi buku diary yang ditulis Aulia Risma Lestari sebelum bunuh diri, dokter muda mahasiswi PPDS Undip Semarang.

RADARSOLO.COM - Mengejutkan, video yang dibuat mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi viral di media sosial. 

Video tersebut diduga menyindir kasus bunuh diri yang disebut dilakukan oleh mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Sebelumnya, kabar seorang mahasiswi Undip Semarang yang didiuga mengakhiri hidupnya menjadi viral di media sosial.

Besar dugaan, mahasiswi PPDS Anestesi Undip tersebut nekat mengakhiri hidupnya lantaran kena bullying dari para seniornya.

Menariknya, pasca viralnya dugaan senioritas tersebut, sekelompok mahasiswi Unpad lantas membuat sebuah video yang berhasil menarik atensi banyak pihak.

Pasalnya, sekelompok mahasiswa yang disebut tengah menjalani PPDS di Fakultas Kedokteran Unpad itu terlihat sedang mempromosikan program milik kampus di video tersebut.

Namun dalam video promosi tersebut bernarasikan bahwa lingkungan PPDS Unpad bersih dari senioritas.

Bahkan, dalam videonya, sekelompok mahasiswa menyatakan jika perundungan atau bullying di lingkungan kedokteran adalah hal yang lebay.

Video tersebut lantas jadi pusat perhatian lantaran dinilai tak berempati pada kasus dugaan bunuh diri yang terjadi pada mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang.

Sementara itu, terkait viralnya video promosi tersebut, pihak Unpad pun memberikan keterangan.

Dikatakan bahwa pihak kampus saat ini tengah mendiskusikan terkait persoalan tersebut.

“Terkait masalah ini, kebetulan tengah dibicarakan dalam rapat internal FK. Beliau mengatakan, Insyallah hari Senin bisa dikonfirmasi hasil rapatnya,” kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, Minggu, (18/8/2024).

Sementara itu mengenai dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswi PPDS Anestesi Undip, pihak keluarga membantah tudingan tersebut.

Melalui pengacaranya, pihak keluarga menerangkan jika sosok ARL (30), mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang yang ditemukan meninggal dunia di kosnya itu memang punya penyakit yang sudah lama dideritanya.

Selain itu, pihak kepolisian menyebut jika dalam buku diary milik korban yang juga ditemukan saat kejadian, hanya berisi curhatannya kepada Tuhan.

Sejauh ini berdasarkan keterangan Polrestabes Semarang, tak ditemukan adanya dugaan perundungan atau senioritas dalam buku diary milik mahasiswi PPDS Anestesi Undip Semarang itu. (dam)

Editor : Damianus Bram
#senioritas #media sosial #bullying #ppds #unpad #undip