RADARSOLO.COM - Ridwan Kamil alias Kang Emil, mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, kini tengah menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumahnya terkait dugaan korupsi di Bank BJB.
Sebagai tokoh politik yang dikenal inovatif, namanya kerap dikaitkan dengan berbagai pencapaian dan kontroversi selama menjabat.
Lalu, siapa sebenarnya Ridwan Kamil? Bagaimana rekam jejaknya di dunia arsitektur, akademik, dan politik hingga akhirnya terseret dalam pusaran dugaan korupsi?
Profil Ridwan Kamil
Mochamad Ridwan Kamil lahir pada 4 Oktober 1971 di Bandung, Jawa Barat. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin, seorang akademisi di Universitas Padjadjaran.
Ia mengenyam pendidikan dasar di SDN Banjarsari III Bandung, melanjutkan ke SMP Negeri 2 Bandung, dan kemudian menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Bandung.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Ridwan Kamil melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil meraih gelar Sarjana Teknik di bidang Arsitektur pada tahun 1995.
Gelar Master of Urban Design ia peroleh dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat.
Dia juga sempat bekerja sebagai arsitek di berbagai firma desain dan perencanaan kota di Amerika Serikat, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Karier sebagai Arsitek dan Akademisi
Setelah menyelesaikan studinya di Amerika, Ridwan Kamil kembali ke Indonesia dan mendirikan Urbane Indonesia, sebuah firma arsitektur yang sukses menangani berbagai proyek besar.
Beberapa proyeknya yang terkenal antara lain:
- Museum Tsunami Aceh, yang dibangun sebagai monumen peringatan tsunami 2004.
- Masjid 99 Kubah di Makassar, yang menjadi salah satu ikon arsitektur modern di Sulawesi Selatan.
- Alun-alun Kota Bandung, yang mengalami revitalisasi besar-besaran di bawah kepemimpinannya sebagai Wali Kota Bandung.
Selain berkarier sebagai arsitek, Ridwan Kamil juga sempat menjadi dosen tidak tetap di ITB selama lebih dari 14 tahun.
Kisah Asmara hingga Sang Putra Meninggal
Ridwan Kamil pertama kali bertemu dengan wanita yang kini menjadi istrinya, Atalia Praratya, dalam sebuah pameran di Bandung, Jawa Barat.
Saat itu, ia berusaha meyakinkan ibunda Atalia, Nomi, agar memberikan restu bagi hubungan mereka.
Setelah melalui perjalanan cinta yang cukup panjang, mereka akhirnya menikah pada 7 Desember 1996.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, yaitu Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, dan Camillia Laetitia Azzahra atau Zara.
Selain itu, pada Juli 2020, mereka juga mengasuh seorang anak bernama Arkana Aidan Misbach.
Namun, cobaan besar menghampiri keluarga Ridwan Kamil pada 26 Mei 2022, ketika putra sulungnya, Eril, dikabarkan hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss.
Pemerintah Swiss segera melakukan pencarian intensif untuk menemukan Eril.
Hingga akhirnya, pada 8 Juni 2022, Eril ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Untuk mengenang mendiang putranya, Ridwan Kamil menginisiasi penggalangan dana sekitar Rp 44 miliar untuk membangun masjid atas nama Emmeril Kahn Mumtadz.
Perjalanan di Dunia Politik
- Menjadi Wali Kota Bandung (2013-2018)
Ridwan Kamil mulai terjun ke dunia politik pada tahun 2013, dengan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung melalui dukungan Partai Gerindra dan PKS.
Bersama pasangannya, Oded Muhammad Danial, ia berhasil memenangkan pilkada dengan memperoleh 45,24% suara dan resmi menjabat pada 16 September 2013.
Selama lima tahun kepemimpinan, ia dikenal karena berbagai inovasi yang dilakukan untuk mengubah wajah Kota Bandung.
Beberapa program populernya antara lain revitalisasi taman kota, menjadikan Bandung sebagai kota dengan banyak ruang hijau.
Kemudian Bandung Smart City, digitalisasi layanan publik berbasis teknologi.
Keberhasilannya di Bandung membuat namanya semakin dikenal di tingkat nasional dan mendorongnya untuk maju ke jenjang yang lebih tinggi.
- Menjadi Gubernur Jawa Barat (2018-2023)
Pada Pilkada Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil maju sebagai calon gubernur dengan dukungan dari Partai NasDem, PPP, Hanura, dan PKB.
Bersama pasangannya Uu Ruzhanul Ulum, ia memenangkan pilkada dengan 32,88% suara, mengungguli pesaingnya yang diusung Gerindra dan PKS.
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia dikenal dengan berbagai program pembangunan, di antaranya revitalisasi Citarum, upaya membersihkan Sungai Citarum dari pencemaran limbah industri.
Serta pembangunan Masjid Al-Jabbar, yang menjadi ikon baru Jawa Barat.
Namun, beberapa kebijakannya juga menuai kritik, seperti pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) yang dinilai mengandung unsur nepotisme karena melibatkan adiknya, Elpi Nazmuzzaman.
- Calon Gubernur DKI Jakarta
Ridwan Kamil mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jakarta untuk Pilgub DKI Jakarta 2024.
Ridwan Kamil berpasangan dengan Suswono, diusung oleh koalisi KIM Plus.
Serta mendapat dukungan luas dari berbagai partai di luar KIM Plus.
Sayang, dalam kontestasi politik ini Ridwan Kamil-Suswono dikalahkan oleh pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.
Pasangan RK-Suswono hanya mendapatkan 39,40% atau 1.718.160 suara.
Sementara pasangan Pramono-Rano mendapatkan 50,07% atau 2.183.239 suara.
Penggeledahan KPK dan Dugaan Korupsi Bank BJB
Nama Ridwan Kamil kembali menjadi perbincangan setelah KPK menggeledah rumahnya terkait dugaan korupsi di Bank BJB, bank milik daerah Jawa Barat.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, membenarkan bahwa penyidik tengah melakukan pemeriksaan terkait perkara tersebut.
"Betul (sedang digeledah), terkait perkara BJB," kata Tessa saat dikonfirmasi, Senin (10/3/2025). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria