Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Plot Twist! Misteri Hilangnya Atlet Taekwondo Fidya Kamalinda 10 Tahun Lalu Bukan Diculik, Ungkap Kekerasan dari Orang Tua Sejak Usia 5 Tahun

Syahaamah Fikria • Jumat, 14 Maret 2025 | 04:57 WIB
Fidya Kamalinda, atlet taekwondo yang dikabarkan hilang selama 10 tahun.
Fidya Kamalinda, atlet taekwondo yang dikabarkan hilang selama 10 tahun.

RADARSOLO.COM - Misteri hilangnya atlet taekwondo Fidya Kamalinda pada tahun 2015 yang dikabarkan diculik, kini terungkap. Fidya muncul di tahun 2025 dengan cerita pilu tentang kekerasan yang dialaminya dari orang tua.

Melalui akun Instagram @ryukijanessa, Fidya yang kini telah berusia 30 tahun mengungkap atau speak up atas kisah pilu yang dialaminya sejak kecil.

"Saya Fidya Kamalinda, saya di sini mau menanggapi pemberitaan di media sosial tentang diri saya. Yang pertama terkait kasus penculikan, saya mau bilang bahwa itu adalah fitnah," tutur Fidya.

Fidya memastikan keluar dari rumah atas dasar keinginan sendiri. Bukan karena paksaan orang lain , apalagi diculik.

Dia memilih melakukan hal itu karena kerap mengalami dugaan kekerasan yang dilakukan orang tuanya.

Bahkan, dugaan kekerasan itu dia alami selama bertahun-tahun sejak kecil.

"Kekerasan pertama yang saya terima dari bapak saya adalah saat umur 5 tahun," tutur Fidya.

Dia mengaku tak tahu alasan orang tuanya melakukan kekerasan demi kekerasan.

Namun, Fidya menduga hal itu dilakukan karena ambisi orang tua agar dirinya mencari uang. Sebab, saat itu usaha ayahnya tidak maju.

"Bahkan, yang membiayai keluarga kami selama itu adalah salah satu pengurus taekwondo dari luar negeri, yang tinggal di rumah kami," ucap dia.

Orang Tua Suka Pergi ke Dukun

Hal lain yang diceritakan Fidya yang membuatnya semakin tertekan adalah orang tuanya kerap membawanya ke dukun.

"Tiap saya mau tanding, saya dibawa ke dukun. Dijampi-jampi, didoa-doa, mandi bunga agar bisa menang," kata mantan atlet taekwondo itu.

Dan, setiap kalah tanding, Fidya mengatakan, selalu mendapat tekanan fisik maupun verbal dari ayahnya.

"Saya bingung cerita ke siapa karena pasti tidak ada yang percaya.
Padahal, semua uang hasil tanding dan gaji, orang tua yang terima hasilnya, bukan saya yang nikmati," papar dia.

Bahkan, Fidya pun harus diam-diam menjalani usaha jualan online agar bisa mendapatkan uang untuk biaya kuliah.

"Puncaknya saat Popda 2014, saya mengalami kekalahan. Saat itu, mental saya kena habis-habisan. Kenapa dunia tidak adil bagi saya. Saya terus-terusan dapat hinaan dari bapak saya," ujar dia.

"Kalau alasannya uang, kenapa saya yang harus tanggung jawab sendirian," lanjut Fidya.

Hingga akhirnya Fidya berani keluar rumah setelah usia 21 tahun setelah bertahun-tahun dapat siksaan batin.

Setelah pergi dari rumah itu, Fidya bertemu dengan seorang pria yang kini menjadi suaminya.

Saat itu, dia menikah siri dengan pria tersebut di Bekasi.

"Saya menikah dengan beliau di bawah tangan wali hakim di Bekasi saat itu dan sekarang saya sudah punya anak," beber dia.

Dia juga menjelaskan bahwa surat nikah yang ditemukan orang tuanya mungkin palsu.

Sebab, pernikahannya kala itu tidak melibatkan restu atau wali dari orang tuanya.

Kini, Fidya dan suami telah memiliki anak dan hidup bahagia.

Fidya pun berharap orang tuanya bisa menerima kehidupannya yang sekarang. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#atlet taekwondo #hilang #kekerasan #Fidya Kamalinda #orang tua