Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sosok Jansen Manansang, Pemilik Taman Safari Indonesia yang Terseret Dugaan Eksploitasi OCI

Nur Pramudito • Sabtu, 19 April 2025 | 02:42 WIB
Sosok Jansen Manansang, pemilik Taman Safari Indonesia kembali mencuat setelah terseret dugaan eksploitasi pekerja Oriental Circus Indonesia
Sosok Jansen Manansang, pemilik Taman Safari Indonesia kembali mencuat setelah terseret dugaan eksploitasi pekerja Oriental Circus Indonesia

RADARSOLO.COM - Inilah sosok Jansen Manansang, pemilik sekaligus Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Diketahui TSI tengah menjadi sorotan usai sejumlah eks pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) melaporkan dugaan eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) kepada Kementerian HAM.

Sejumlah eks pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) menyebut para pemilik OCI dan Taman Safari Indonesia melakukan tindak kekerasan, perbudakan, dan eksploitasi anak.

Mereka mengaku menerima berbagai bentuk penyiksaan, seperti dipukul, disetrum, dipisahkan dari anaknya, dipaksa bekerja dalam kondisi kurang sehat, hingga dipaksa makan kotoran hewan.

Namun, pihak TSI membantah semua pernyataan yang disampaikan para mantan pemain sirkus OCI saat audiensi dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, di Jakarta, Selasa (15/4/2025) lalu.

Usai tuduhan eksploitasi tersebut sosok Jansen Manansang menjadi sorotan.

Berikut sepak terjangnya:

Mengacu pada laman resmi TSI, Jansen Manansang mendirikan Taman Safari bersama saudara-saudaranya yakni Frans Manansang dan Tony Sumampau.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1942 dan dua saudaranya ini rupanya adalah anak dari seorang pemain sirkus keliling, Hadi Manansang.

Saat masih berusia 7 tahun, Jansen bersama kedua adiknya selalu ikut rombongan sirkus keliling bernama Bintang Akrobat dan Gadis Plastik.

Perjalanan serta sepak terjang Hadi Manansang dan ketiga anaknya dalam membangun Taman Safari Indonesia dituangkan dalam buku berjudul Tiga Macan Safari yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2 Desember 2019.

Dalam buku tersebut, Frans Manansang berkisah, sang ayah memulai perjalanannya dari nol dan sebatang kara karena Perang Dunia.

Hadi Manansang berasal dari Shanghai, China dan sempat di Filipina, lalu masuk ke Manado.

Rupanya latar belakang tersebut menjadi bekal mereka dalam membangun Taman Safari juga Oriental Circus Indonesia hingga sebesar saat ini.

Sementara itu, menurut laman resmi Yayasan Badak Indonesia (YABI), Jansen Manansang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Yayasan dan Direktur Eksekutif YABI, sejak 2022.

Sosoknya juga turut andil di proses pembangunan Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas di tahun 1990an.

Sebelumnya, Jansen Manansang juga menjadi salah satu bagian dari Dewan Pembina Yayasan Badak Indonesia.

Penghargaan

Hidupnya berkecimpung dalam dunia pelestarian alam, flora dan fauna, menghantarkan Jansen Manansang menyabet banyak penghargaan.

Masih mengacu laman TSI, Jansen pernah dianugerahi penghargaan bergengsi 'Outstanding Contribution for Animal Welfare' dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Jansen dalam meningkatkan kesejahteraan hewan di Indonesia khususnya melalui Taman Safari Indonesia.

Tak hanya itu, Jansen juga pernah dianugerahi penghargaan dari Messenger Of Revival (MORE).

MORE menobatkan Jansen sebagai Father of Wildlife Conservation atau Bapak Konservasi Lingkungan Hidup Indonesia.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Jansen Manansang #oriental circus indonesia #sirkus #hadi manansang #Frans Manansang #Taman Safari Indonesia