Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dicap Gubernur Konten! Begini Respon Dedi Mulyadi Usai Dikritik Sering Unggah Video di Media Sosial

Nur Pramudito • Jumat, 2 Mei 2025 | 14:00 WIB
Respon Dedi Mulyadi usai dicap sebagai Gubernur Konten oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas
Respon Dedi Mulyadi usai dicap sebagai Gubernur Konten oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas

RADARSOLO.COM - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video yang beredar dalam rapat di DPR.

Dalam rapat tersebut, terdapat momen menarik ketika Gubernur Kalimantan Timur yaitu Rudy Mas'ud mengatakan kepada Dedi Mulyadi dengan sebutan "Gubernur Konten"

Sontak video tersebut menjadi perbincangan hangat di beberapa platform media sosial.

Dengan julukan "Gubernur Konten" itu, Dedi dengan santai memberikan tanggapannya melalui akun instagramnya @dedimulyadi71 yang telah diupload pada kamis, (1/5/2025).

Video tersebut telah ditonton sebanyak 1,3 juta tayangan, dengan jumlah like sebanyak 133 ribu, dan menuai komentar netizen sebanyak 13,7 ribu.

Dalam akun instagramnya yang berjumlah 3,1 juta pengikut ini, Dedi membuat sebuah video dengan tulisan caption berisi "Gubernur Konten"

Menanggapi kritikan tersebut, Dedi memberikan tanggapannya dengan santai namun tegas.

"Hari ini ramai, banyak pihak yang membicarakan bahwa saya adalah Gubernur Konten. Artinya bahwa saya hanya bekerja demi konten" ucap Dedi.

Dedi menjelaskan bekerja menjadi gubernur tentu mempunyai tujuan, visi dan misi dan harus bisa disebarluaskan kepada masyarakat dan harus diketahui kinerjanya.

"Dulu sebelum menjabat, gubernur menggunakan anggaran negara yang ada di Dinas Informasi dan Komunikasi" ujar Dedi.

Tujuan dari adanya kerja sama media ini dengan dinas terkait, bertujuan agar seluruh langkah gubernur, kebijakan bisa dimuat oleh berbagai platform media dan disebarluaskan.

"Di provinsi Jawa Barat hampir memakan anggaran sebesar 50M per tahun" ucap Dedi Mulyadi.

Lantaran sang Gubernur Jawa Barat mempunyai beberapa media sosial, sehingga dapat mengurangi anggaran yang seharusnya diperlukan untuk belanja media dapat dialokasikan kepada belanja infrastruktur.

"Artinya, media sosial yang saya gunakan sudah itu berhasil mengurangi pembiayaan negara" sambung Gubernur Jawa Barat.

Hal tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat nantinya jika sudah pekerjaan selesai.

Dalam unggahannya, Dedi mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kritikannya dan akan tetap menjalankan apa yang sedang dilakukan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#jawa barat #media sosial #gubernur #dedi mulyadi