RADARSOLO.COM-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat transaksi penukaran mata uang rupiah ke riyal Arab Saudi (SAR) mencapai 85,2 juta SAR secara kumulatif hingga Mei 2025.
Khusus pada periode April–Mei 2025, transaksi mencapai 24,4 juta SAR, seiring dengan dimulainya keberangkatan jemaah haji Indonesia sejak 2 Mei 2025.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan, lonjakan transaksi ini didorong oleh peningkatan jumlah jemaah haji yang dilayani BSI.
Serta kebijakan baru pemerintah terkait penyaluran biaya hidup (living cost) bagi jemaah haji.
“Dengan layanan penukaran valas, kami berharap bisa mempermudah jemaah haji dan umrah, serta nasabah tabungan haji untuk mendapatkan one stop solution di BSI,” ujar Anton dalam keterangan resminya.
Pada musim haji 2025, BSI melayani penukaran riyal di 18 embarkasi haji seluruh Indonesia.
Termasuk di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Lombok, dan Kertajati.
Total jemaah haji reguler yang diberangkatkan melalui BSI mencapai sekitar 164.905 orang, atau sekitar 81% dari total kuota jemaah reguler nasional.
Anton menambahkan, kebijakan pemerintah yang menyalurkan SAR 750 sebagai uang saku living cost bagi tiap jemaah turut mendorong volume penukaran riyal.
BSI juga mengoptimalkan layanan kepada jemaah melalui manasik haji, aktivasi kartu debit mabrur dengan fasilitas gratis tarik tunai tiga kali di Arab Saudi, hingga cashback belanja di merchant Saudi untuk transaksi minimal Rp10 juta.
BSI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah travel haji dan umrah, serta menyediakan fasilitas aktivasi layanan Beyond Mobile untuk kemudahan transaksi digital.
Baca Juga: BSI Resmi Kelola Bank Emas Pertama di Indonesia, Ini Strategi dan Potensinya
Hingga Maret 2025, nasabah tabungan haji BSI mencapai 5,8 juta orang, memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar dalam layanan ekosistem haji nasional. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono