RADARSOLO.COM–Permainan gasing pemadam di kalangan pelajar bak jamur di musim penghujan.
Menyebar di kalangan murid sekolah dasar hingga menengah.
Ditambah para YouTuber dan berlomba-lomba menyuguhkan tutorial pembuatan gasing pemadam.
Belum lagi pengguna media soal lainnya yang banyak mengunggah tentang gasing pemadam.
Tidak sedikit orang tua maupun guru yang waswas dengan fenomena ini.
Mengingat, penghapus dirangkai menggunakan isi staples.
Agar dapat berputar, pada bagian tengah dan ujung penghapus ditancapkan paku payung mini atau disebut pula paku pines.
Selain menggunakan benda-benda tajam, ada pula yang mengunggah video gasing pemadam direbus.
Konten tersebut diunggah akun TikTok, RamXXXX.
“mohon maaf cuma Naya bang kenapa manfaat penghapus di rebus aku tak rebus malah leder,” tulis akun NanXXX.
“manfaatnya biar lama muternya, rebusannya aku 1 atau 2 menit aj cukup,” jawan RamXXXX.
Diberitakan sebelumnya, keresahan diungkapkan Andri, ibu muda asal Sukoharjo, Jateng.
Dua anak Andri yang baru sekolah PAUD dan SD, ikut membuat dan memainkan gasing pemadam.
“Sebenarnya kreatif, tapi lebih banyak bahayanya,” ujar Andri kepada radarsolo.com.
Sang kakek, kata Andri, menginjak paku payung yang digunakan di gasing pemadam.
Saking dalamnya luka akibat menginjak paku payung tersebut, sang kakek dibawa ke klinik untuk mendapatkan pengobatan.
“Anak-anak belum bertanggung jawab membersihkan sisa steples dan pines (paku payung),” jelasnya.
Selain itu, Andri juga mengeluhkan tentang pengeluaran yang lebih banyak untuk membeli penghapus.
Di media sosial akun TikTok LivXXXXX mengungkapkan dampak gasing pemadam.
“Anakmu udah pernah kena tusuk jarumnya blm kak? anakku udah. banyak kok mainan anak lain yg aman,”. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono