Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Apa Itu Xpose Uncensored? Program Satir yang Hina Ponpes Lirboyo Picu Aksi Boikot Trans7

Syahaamah Fikria • Rabu, 15 Oktober 2025 | 03:31 WIB
Gerakan #BoikotTrans7 dan permintaan maaf Trans7 usai program Xpose Uncensored hina Ponpes Lirboyo.
Gerakan #BoikotTrans7 dan permintaan maaf Trans7 usai program Xpose Uncensored hina Ponpes Lirboyo.

RADARSOLO.COM – Nama program Xpose Uncensored milik Trans7 kini tengah jadi sorotan tajam publik, jadi biang kerok aksi #BoikotTrans7.

Tayangan yang disiarkan pada Senin, 13 Oktober 2025 itu menuai kecaman setelah dinilai melecehkan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia.

Kemarahan netizen dan kalangan santri pun meluas di media sosial. Tagar Boikot Trans7 atau #BoikotTrans7 pun menjadi trending topic di platform X.

Apa Itu Xpose Uncensored?

Xpose Uncensored merupakan salah satu program investigatif Trans7 yang dikenal mengulas sisi gelap kehidupan masyarakat dengan pendekatan satir dan dokumenter.

Namun, dalam episode yang tayang pada 13 Oktober 2025, program ini dinilai “kebablasan” setelah menyinggung kehidupan santri dan kiai di lingkungan Ponpes Lirboyo.

Dalam tayangan itu, ditampilkan potongan visual para santri yang menyalami seorang kiai sepuh dan momen kiai turun dari mobil.

Narasi suara (voice over) yang menyertainya justru memantik kemarahan publik karena menggunakan diksi yang dianggap menghina dan tidak menghormati tradisi pesantren.

Narasi tersebut menyinggung santri yang disebut “rela ngesot” demi memberi amplop kepada kiai, serta menyiratkan bahwa seharusnya kiai-lah yang memberi imbalan kepada santri.

Kalimat ini dinilai melecehkan hubungan ta’dzim (penghormatan) yang menjadi fondasi relasi antara santri dan kiai.

Alih-alih menggambarkan kehidupan pesantren yang penuh nilai spiritual dan keilmuan, tayangan itu justru terkesan sinis.

Akibatnya, netizen ramai menilai Xpose Uncensored telah mencoreng martabat ulama, khususnya KH Anwar Manshur, pengasuh Ponpes Lirboyo yang sangat dihormati.

Tagar #BoikotTrans7 Menggema

Gelombang kritik tak hanya datang dari publik umum, tapi juga dari alumni dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

Mereka menilai tayangan tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap nilai-nilai keagamaan dan tradisi pesantren.

Sejak Senin malam hingga Selasa (14/10/2025), tagar Boikot Trans7 atau #BoikotTrans7 menjadi trending nasional.

Banyak pengguna media sosial mendesak agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menindak program tersebut dan meminta Trans7 melakukan permintaan maaf terbuka.

Trans7 Minta Maaf

Menanggapi tekanan publik yang semakin besar, pihak Trans7 kemudian merespons dengan menyampaikan permintaan maaf secara resmi.

Melalui pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa pagi (14/10/2025), mereka mengakui adanya kesalahan dan kelalaian dalam proses penayangan Xpose Uncensored.

“Sehubungan dengan tayangan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP Lirboyo,” tulis pihak Trans7 dalam keterangan resminya.

Trans7 juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung, khususnya kepada KH. Anwar Manshur beserta keluarga besar, pengasuh, santri, dan alumni Ponpes Lirboyo.

Permintaan Maaf Langsung ke Pihak Lirboyo

Production Director Trans7, Andi Chairil, turut muncul dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram resmi @trans7 pada Selasa sore (14/10/2025).

Dalam video berdurasi 2 menit itu, Andi dengan nada menyesal mengakui adanya kelalaian tim produksi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Haji Anwar Manshur beserta keluarga besar, para pengasuh, santri, dan alumni. Kami sadar, keteledoran kami telah menimbulkan kegaduhan dan ketersinggungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menghubungi salah satu putra KH Anwar Manshur, Gus Adib, untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Selain itu, surat resmi juga dikirimkan kepada pengasuh pesantren sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk memperbaiki kesalahan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ponpes lirboyo #Xpose Uncensored #viral #Boikot trans7 #program tv #BoikotTrans7 #trans7