RADARSOLO.COM – Pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya, jadi sorotan publik setelah video kontroversial dirinya saat dakwah viral, dan dinilai publik sebagai bentuk pelecehan.
Dalam salah satu video viral yang beredar, salah satunya dibagikan akun X @PenerbangRoket memperlihatkan Gus Elham Yahya mencium seorang anak perempuan dalam kegiatan dakwah dan di depan para jamaah.
Video lain juga menunjukkan tindakan sang dai muda yang memasukkan pipi balita ke dalam mulutnya.
Aksi tersebut kemudian memicu kecaman luas dari netizen.
Tindakannya terhadap lawan jenis, meski masih anak-anak, dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama.
Bahkan dianggap sebagai bentuk pelecehan, serta melampaui batas interaksi antara orang dewasa dengan anak-anak.
"Pantas kah seorang gus kelakuannya kaya gitu?" tulis @ims**** di kolom komentar akun Instagram Elham Yahya.
"@kpai_official @kemenag_ri ini beneran ga ada standarisasi ulama dari kemenag? Modelan begini bisa ceramah dimana mana?" komen @feb*****.
Gus Elham Buka Suara
Usai menjadi topik hangat dan menimbulkan kemarahan publik, Gus Elham Yahya akhirnya memberikan klarifikasi dalam sebuah video ceramah yang kemudian tersebar melalui akun @santriasik_ pada 1 November 2025.
Dalam klarifikasinya, pendakwah berusia 24 tahun tersebut membantah semua tudingan yang menyebut dirinya melakukan pelecehan.
Ia menyebut narasi negatif tersebut sebagai fitnah. Bahkan, dia mengaku sudah enek alias muak dengan tudingan itu.
“Ada yang menyampaikan, 'Gus, salah satu oknum isinya cuma meledek saya, isinya cuma menebar fitnah. Ya Allah sampai enek. ‘Dai muda yang bernama Gus Elham Yahya melakukan pelecehan.’" ujar Elham.
Dia kemudian mengatakan jika dirinya hanya berusaha selalu ikhlas dan tersenyum.
"Insyaallah dilindungi Allah SWT, yang penting ikhlas, tulus, full senyum,” kata putra dari KH Luqman Arifin Dhofir itu.
Alih-alih menjelaskan alasan di balik tindakannya mencium anak dan memasukkan pipi balita ke mulutnya.
Dia lebih banyak memberikan pesan moral agar publik tidak saling menghina atau menjatuhkan.
“Menghina tidak membuatmu mulia, menjatuhkan tidak membuat kita terlihat lebih tinggi, menghujat tidak membuat kita terlihat lebih hebat,” katanya.
Hingga kini, tidak ada penjelasan rinci mengenai motif tindakannya dalam video viral tersebut. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria