RADARSOLO.COM - Babak baru pengungkapan kasus Jeffrey Epstein kembali menggemparkan publik global.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) secara resmi membuka akses jutaan dokumen hukum terkait kejahatan seksual dan perdagangan manusia yang menjerat mendiang miliarder tersebut.
Rilis dokumen yang diumumkan pada Jumat, 30 Januari 2026, memungkinkan masyarakat luas mengakses berkas Epstein Files dalam format PDF, lengkap dengan foto dan video yang sebelumnya disegel bertahun-tahun.
Jutaan Dokumen Dibuka ke Publik
Dalam keterangan resminya, DOJ menyebutkan bahwa Epstein Files mencakup sekitar 3,5 juta halaman dokumen, 180.000 gambar atau foto, serta lebih dari 2.000 video.
Berkas-berkas tersebut dihimpun dari sejumlah sumber utama, antara lain:
- Perkara pidana Jeffrey Epstein di Florida dan New York
- Kasus federal Ghislaine Maxwell di New York
- Penyelidikan kematian Epstein di penjara Manhattan
- Investigasi terhadap mantan kepala pelayan Epstein di Florida
- Berbagai penyelidikan FBI serta Kantor Inspektur Jenderal DOJ
Seluruh dokumen telah melalui proses peninjauan dan penyuntingan untuk melindungi identitas korban serta pihak rentan lainnya.
Apa Itu Epstein Files?
Istilah Epstein Files bukan merujuk pada satu dokumen tunggal atau daftar nama tertentu.
Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan kumpulan arsip hukum, bukti pengadilan, serta dokumen investigasi yang berkaitan dengan dugaan kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan jaringan di sekelilingnya.
Kasus Epstein sendiri mulai mencuat sejak 2006, ketika ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Pada 2008, Epstein divonis bersalah dalam kasus prostitusi anak, namun hanya menjalani hukuman ringan melalui kesepakatan kontroversial.
Nama Epstein kembali mencuat pada 2019, saat ia ditangkap atas dakwaan perdagangan seks anak di bawah umur di Florida dan New York.
Namun, proses hukum terhenti setelah Epstein ditemukan tewas di sel tahanan pada Agustus 2019.
Pemerintah AS menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri.
Isi Dokumen dari Email hingga Transaksi Keuangan
Epstein Files memuat beragam jenis dokumen, mulai dari:
Transkrip kesaksian di bawah sumpah
Email dan korespondensi pribadi
Catatan perjalanan dan flight logs
Dokumen transaksi keuangan
Laporan saksi dan korban
Foto dan materi audiovisual
Dokumen-dokumen ini menggambarkan luasnya jaringan sosial Epstein yang melibatkan tokoh politik, bangsawan, pengusaha teknologi, hingga figur hiburan dunia.
Namun demikian, DOJ menegaskan bahwa penyebutan nama seseorang dalam dokumen tidak otomatis berarti terlibat tindak pidana.
Banyak nama muncul sebagai bagian dari korespondensi, saksi, atau konteks lain yang masih memerlukan verifikasi hukum.
Daftar Tokoh Dunia yang Disebut
Kasus ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan banyak figur terkenal.
Dalam jutaan halaman Epstein Files, sejumlah nama tokoh dunia disebut, di antaranya:
- Presiden AS Donald Trump
- Mantan Presiden AS Bill Clinton
- Pangeran Andrew dari Inggris
- Miliarder Elon Musk
- Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak
- Pengusaha Inggris Richard Branson
- Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit
- Penasihat keamanan Slovakia Miroslav Lajcak
- Ketua Olimpiade Los Angeles Casey Wasserman
- Diplomat Inggris Peter Mandelson
Nama-nama tersebut muncul dalam berbagai konteks, mulai dari catatan perjalanan hingga korespondensi.
Sebagian besar telah membantah terlibat dalam kejahatan Jeffrey Epstein.
Cara Aman Mengakses Link Epstein Files PDF
Lonjakan pencarian kata kunci “link Epstein Files PDF” dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks, dokumen palsu, hingga malware.
Karena itu, publik diimbau hanya mengakses dokumen dari sumber resmi.
Berikut link resmi dan aman untuk mengakses Epstein Files:
Link Dokumen PDF Resmi DOJ:
-- https://www.justice.gov/epstein --
Link Arsip Foto Epstein Files:
-- https://epsteinsimages.com --
-- https://epsteinfta.com --
-- https://epsteinfilesarchive.com --
Selain itu, sebagian dokumen juga dapat diakses melalui portal pengadilan federal AS atau sistem PACER (Public Access to Court Electronic Records), meski memerlukan pemahaman teknis dalam pencarian arsip.
Dokumen Telah Disensor Demi Korban
Departemen Kehakiman AS memastikan seluruh berkas dalam Epstein Files telah melalui proses penyensoran ketat.
Informasi sensitif yang dapat mengungkap identitas korban dihapus atau disamarkan sesuai ketentuan hukum dan etika.
DOJ juga menyediakan laman khusus yang dikenal sebagai “Epstein Library”, tempat publik dapat menelusuri arsip perkara Jeffrey Epstein secara terstruktur. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria