RADARSOLO.COM – Bantuan sosial (bansos) PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tahap 1 mulai disalurkan pada Februari 2026.
Jelang pencairan, penting bagi masyarakat untuk memverifikasi apakah nama mereka benar‑benar terdaftar sebagai penerima manfaat.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan mekanisme pengecekan secara online yang bisa diakses melalui Google maupun HP (ponsel pintar) untuk memastikan status desil bansos.
Mengetahui status desil DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) sangat krusial karena data ini menjadi dasar penetapan penerima bansos, termasuk PKH dan BPNT.
Apa Itu Desil dalam Bansos 2026?
Desil merupakan klasifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi 10 kelompok, dari desil 1 (sangat miskin) hingga desil 10 (sangat kaya).
Pemerintah memprioritaskan bantuan sosial, khususnya PKH dan BPNT, bagi keluarga pada kelompok desil 1–4 agar program tepat sasaran.
Sementara untuk masyarakat yang masuh desil 5 masih berkesempatan menerima bansos BPNT.
Data desil ini dihimpun dalam sistem DTSEN yang mengintegrasikan data dari berbagai sumber seperti Kemensos, BPS, Dukcapil, dan pemerintah daerah.
Pendekatan ini dibuat untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang benar‑benar membutuhkan.
Mengapa Harus Cek Desil?
Cek desil bertujuan untuk:
- Memastikan data keluarga Anda tercatat di database penerima bansos.
- Mengetahui apakah keluarga Anda termasuk dalam kategori berhak menerima PKH atau BPNT.
- Menghindari risiko data tidak akurat sehingga bantuan tidak cair tepat waktu.
Untuk penyaluran bansos tahap 1 2026 ini, total penerima diperkirakan mencapai 18 juta keluarga di seluruh Indonesia.
“Bansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako (BPNT),” tutur Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat Google dan HP
Untuk mengetahui desil keluarga Anda dan status penerima bansos tahap 1 2026, caranya tidak sulit.
Bisa dilakukan sendiri hanya bermodal HP dan internet.
Berikut panduan lengkap untuk mengecek status desil pakai HP, melalui mesin pencari seperti Google:
1. Cek Melalui Situs Resmi Kemensos (via Google/Browser HP)
- Buka browser di HP Anda (Chrome, Safari, atau lainnya).
- Ketik di kolom pencarian “cek bansos PKH BPNT 2026 Kemensos” atau langsung kunjungi cekbansos.kemensos.go.id.
- Di halaman tersebut, masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sesuai e‑KTP.
- Lengkapi data lain seperti nama lengkap dan wilayah domisili.
- Masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul.
- Klik “Cari Data” dan tunggu hasilnya.
Hasilnya akan menunjukkan apakah Anda termasuk Penerima Manfaat (KPM) PKH atau BPNT, serta periode dan status pencairannya.
2. Cek Lewat Aplikasi “Cek Bansos” di HP
- Unduh aplikasi Cek Bansos resmi di Google Play Store atau App Store.
- Daftarkan akun dengan NIK, nama, alamat, dan nomor HP aktif.
- Verifikasi akun (biasanya melalui SMS atau email).
- Setelah masuk, pilih menu “Cek Bansos/Status Penerima”.
- Isi data yang diminta, lalu klik “Cari”.
Sistem akan menampilkan hasil pencarian termasuk info desil dan apakah Anda berhak menerima PKH atau BPNT.
Aplikasi ini juga sering menyediakan opsi untuk melaporkan data yang salah atau memperbarui informasi keluarga, sehingga peluang Anda menerima bantuan tetap terjaga jika terdapat error data.
Tips Agar Bansos Tidak Tertunda
1. Pastikan data di e‑KTP dan KK sudah benar dan terbaru.
2. Cek secara berkala status desil dan penerima bansos, terutama menjelang jadwal pencairan.
3. Jika data tidak sesuai, segera hubungi pihak desa/kelurahan atau kantor Dinas Sosial setempat untuk dilakukan pembaruan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria