RADARSOLO.COM – Pemerintah kembali menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) pada 2026 tetap berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam skema ini, masyarakat dikelompokkan ke dalam beberapa desil berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Salah satu yang banyak menjadi sorotan adalah rumah tangga Desil 6, yang posisinya berada tepat di atas kelompok miskin, rentan dan pas-pasan.
Lantas, apakah Desil 6 DTSEN masih memiliki peluang menerima bansos pada 2026?
Memahami Posisi Desil 6 dalam DTSEN
DTSEN membagi masyarakat ke dalam 10 desil, mulai dari Desil 1 (paling miskin) hingga Desil 10 (paling sejahtera).
Desil 1–4: Kelompok paling miskin hingga rentan miskin, diprioritaskan untuk bansos seperti PKH dan BPNT.
Desil 1–5: Termasuk sasaran untuk beberapa bantuan pangan dan jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan PBI JK.
Desil 6–10: Kelompok ini pada awalnya tidak diprioritaskan sebagai penerima bansos reguler karena dianggap sudah berada di posisi ekonomi yang lebih kuat.
Dengan demikian, masyarakat yang berada di desil 6 secara default tidak otomatis mendapat bantuan sosial pada 2026.
Terutama bansos reguler seperti PKH dan BPNT yang sangat tergantung status kesejahteraan.
Apakah Masyarakat di Desil 6 Tidak Bisa Sama Sekali Dapat Bansos?
Meski secara umum desil 6 tidak diprioritaskan sebagai penerima, bukan berarti sepenuhnya tidak bisa mendapatkan bantuan sosial sama sekali.
Ada beberapa kondisi khusus di mana seseorang dari desil 6 atau di atasnya tetap bisa mendapat bantuan atau layanan tertentu, antara lain:
1. Perubahan Kondisi Ekonomi Aktual
Jika kondisi ekonomi keluarga berubah secara signifikan tetapi data DTSEN belum diperbarui, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data agar lebih mencerminkan keadaan terbaru.
Pembaruan ini berpotensi merubah desil ke nomor yang lebih rendah sesuai kenyataan sosial ekonomi.
2. Usulan dan Verifikasi Lapangan
Pendamping sosial atau petugas Dinas Sosial dapat melakukan verifikasi lapangan bila ditemukan data yang tidak tepat.
Jika terbukti layak, desil dapat diperbaiki sehingga peluang menerima bansos kembali terbuka.
3. Kondisi Istimewa Lainnya
Untuk program tertentu, kebijakan lokal atau tambahan kriteria sosial tertentu dapat menjadikan seseorang layak menerima bantuan meskipun desilnya tinggi.
Misalnya kasus keluarga yang mengalami bencana alam, penyakit berat, atau situasi istimewa lainnya seperti ketentuan reaktivasi program jaminan kesehatan (BPJS PBI JK) berdasarkan kondisi medis spesifik.
Cara Meningkatkan Peluang Menerima Bansos untuk Desil 6
Agar masyarakat yang berada di desil 6 tetap punya peluang mendapat bantuan sosial (bansos) di masa mendatang, pemerintah menyarankan langkah berikut:
1. Melakukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi resmi atau Dinas Sosial setempat agar data ekonomi rumah tangga tercatat akurat dalam basis data nasional.
2. Verifikasi lapangan oleh petugas. Bila data yang tercatat tidak sesuai kenyataan, Anda bisa mengusulkan verifikasi ulang yang dilakukan petugas Dinas Sosial.
3. Memantau hasil cek bansos secara berkala melalui website atau aplikasi resmi “Cek Bansos” Kemensos guna memastikan status desil terbaru dan program apa saja yang Anda layak terima.
DTSEN Bersifat Dinamis
Penting dipahami bahwa desil dalam DTSEN bukan angka statis selamanya.
Pemerintah mendorong masyarakat untuk memahami bahwa data kesejahteraan bisa berubah karena faktor:
- Perubahan penghasilan,
- Peristiwa sosial ekonomi seperti kehilangan pekerjaan,
- Perubahan struktur keluarga,
- Verifikasi lapangan yang dilakukan secara berkala.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, DTSEN dirancang sebagai data hidup yang selalu bergerak.
Sehingga desil DTSEN pun sangat mungkin bisa bergeser. Baik naik maupun turun, tergantung kondisi terbaru keluarga yang bersangkutan.
“Tidak mungkin data sosial ekonomi itu 100 persen akurat selamanya. Setiap hari ada perubahan, ada yang meninggal, lahir, menikah, pindah tempat tinggal, naik kelas ekonomi, bahkan turun kelas,” ujar Gus Ipul. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria