Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rapor Hijau Satu Tahun Pemerintahan Luthfi-Yasin: Ekonomi Jateng Tumbuh Lampaui Nasional di Tengah Ujian Bencana

Kabun Triyatno • Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:52 WIB

Kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin saling kompak mengisi dan kolaborasi. (Humas Pemprov Jateng)
Kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin saling kompak mengisi dan kolaborasi. (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen menakhodai Jawa Tengah. Sejak dilantik untuk periode 2025-2030, duet ini tidak hanya dihadapkan pada tantangan administratif, tetapi juga ujian alam lewat rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai titik, mulai dari banjir bandang Demak hingga tanah gerak di Tegal.

Namun, di tengah dinamika bencana tersebut, rapor satu tahun Luthfi-Yasin justru menunjukkan performa hijau. Kuncinya terletak pada satu paradigma yang mereka sebut sebagai collaborative government (pemerintahan kolaboratif).

"Gubernur bukan superman. Kita harus bergerak bersama kampus, pengusaha, hingga tokoh masyarakat. Inilah nafas gotong royong Jawa Tengah yang sesungguhnya," ujar Ahmad Luthfi saat merefleksikan satu tahun kinerjanya, Jumat (20/2).

Filosofi kolaborasi tersebut terbukti ampuh memicu pertumbuhan ekonomi makro. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV-2025 mencapai 5,37 persen (y-on-y), melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Capaian ini menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Di sektor modal, Jawa Tengah mencetak sejarah dengan realisasi investasi mencapai Rp88,50 triliun sepanjang 2025. Ini adalah angka tertinggi dalam satu dekade terakhir, yang berhasil menyerap 418.138 tenaga kerja melalui 105.078 proyek.

Prestasi di atas kertas tersebut terasa nyata di tingkat akar rumput. Angka kemiskinan Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48 persen menjadi 9,39 persen pada September 2025.

Keberhasilan ini tidak lepas dari program-program populis yang digulirkan, seperti Speling, yaitu dokter spesialis keliling untuk kesehatan gratis. Pendidikan gratis berupa sekolah kemitraan dan beasiswa santri. Perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi rakyat kecil.

Salah satu bukti keberhasilan ini tercermin di Kabupaten Brebes, di mana 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bansos (graduasi mandiri).

Setia Puji, salah seorang mantan penerima bansos, kini sukses mengembangkan usaha bakso keliling. "Bantuan sangat meringankan, tapi motivasi saya adalah bisa mandiri. Kini ekonomi kami sudah mampu," ucapnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan turut memberikan apresiasi. Ia menyebut Jawa Tengah telah menjadi "magnet" bagi para investor berkat kebijakan kolaboratif yang transparan dan stabil. Total, 40 penghargaan nasional berhasil diboyong Pemprov Jateng sepanjang 2025.

Meskipun begitu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengingatkan masih ada pekerjaan rumah, terutama pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di angka 74,77.

"Penurunan angka kemiskinan harus lebih masif. Anggaran harus mengarah pada peningkatan kualitas hidup kelompok terbawah, termasuk akses pendidikan bagi disabilitas," tegas Gus Yasin.

Menutup refleksi satu tahunnya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa memimpin Jateng adalah soal ngopeni (merawat). "Penghargaan hanyalah pengingat. Tugas melayani rakyat adalah amanah yang tidak ada ujungnya," ujarnya.

 

Editor : Kabun Triyatno
#bencana #Rapor #ekonomi #program populis #Ahmad Luthfi dan Taj Yasin #investasi #Satu Tahun Kepemimpinan #kesehatan gratis #Pendidikan Gratis