RADARSOLO.COM – Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masif menggencarkan kolaborasi layanan dasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Strategi "paket lengkap" ini ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin (2/3/2026).
Gubernur ingin memastikan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya sekadar angka statistik, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.
Baca Juga: Targetkan Jalan Mulus Jelang Lebaran 2026, Pemprov Jateng Kebut Perbaikan 4.870 Titik Lubang!
"Kami memiliki program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Agar masyarakat antusias hadir, kami integrasikan dengan Gerakan Pangan Murah, penyaluran bantuan modal, hingga cadangan pangan. Intinya, kami ingin memberikan layanan yang mudah dan murah dalam satu titik," ujar Ahmad Luthfi di sela dialog dengan warga.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menjelaskan bahwa selama periode Februari-Maret 2026, Pemprov Jateng menargetkan pelaksanaan GPM sebanyak 308 kali di seluruh wilayah.
Dalam GPM di Grobogan kali ini, pemerintah memberikan fasilitasi distribusi berupa bantuan transportasi, pengemasan, hingga biaya bongkar muat. Hal ini memangkas rantai distribusi sehingga komoditas dapat dijual dengan harga produsen.
Total subsidi harga pangan yang tersalurkan di Grobogan mencapai Rp111 juta, dengan rincian komoditas sebagai berikut. Beras SPHP dan kelompok 4 ton, minyak goreng 1.000 liter, gula pasir 1 ton, telur ayam 500 kg, dan bawang serta cabai masing-masing 100 kg
"Masyarakat bebas membeli sesuai kebutuhan pokok mereka. Prinsipnya adalah ketercukupan dan stabilitas harga di tingkat konsumen," tambah Rini.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan tren positif pada akses kesehatan berbasis komunitas. Program Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan partisipasi yang sangat tinggi dari masyarakat di 35 kabupaten/kota, termasuk wilayah strategis seperti Solo Raya dan sekitarnya.
Hingga 28 Februari 2026, progres layanan kesehatan ini meliputi layanan Speling telah terlaksana 957 kali di 414 kecamatan dengan total sasaran 93.599 jiwa., Cek kesehatan gratis (CKG) dihadiri oleh 2.523.102 warga, atau mencapai 95,77 persen dari total pendaftar yang masuk ke sistem.
Melalui integrasi layanan pangan dan kesehatan ini, Pemprov Jateng optimistis dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kondisi fisik warga tetap prima menyambut hari raya Idulfitri mendatang. (*)
Editor : Kabun Triyatno