Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dua Penambang Pasir di Magelang Dinyatakan Hilang, Pencarian Tujuh Hari Tak Membuahkan Hasil

Adi Pras • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:48 WIB

Tim SAR gabungan melakukan pencarian penambang pasir di Magelang yang hilang diterjang banjir lahar dining Merapi. (Dok.Basarnas Semarang)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian penambang pasir di Magelang yang hilang diterjang banjir lahar dining Merapi. (Dok.Basarnas Semarang)

RADARSOLO.COM – Pencarian terhadap dua penambang pasir yang hanyut diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi di Sungai Senowo, Muntilan, Kabupaten Magelang dihentikan, Senin (9/3/2026) sore.

Hal itu lantaran upaya pencarian yang sudah berlangsung tujuh hari terakhir tidak membuahkan hasil.

Area pencarian yang luas dan permukaan bantaran sungai yang tertutup pasir tebal menjadi kendala bagi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Semarang Budiono menjelaskan, pihaknya melalui Unit Siaga SAR Borobudur telah berupaya melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan.

Pencarian baik dengan penyisiran area sungai dan juga hingga mengerahkan empat alat berat, namun usaha tim belum membuahkan hasil.

”Kami telah mengerahkan empat alat berat berupa excavator untuk membantu membuka tumpukan pasir di area diduga korban berada, namun luasnya area pencarian membuat usaha tim hingga kini belum membuahkan hasil,” terang Budiono, Selasa (10/3/2026) siang.

Pencarian sendiri dilakukan dengan memaksimalkan eksavator disekitar LKK sampai DAM 1 kurang lebih 600 meter.

Selain itu dilakukan di sekitar titik penemuan korban atas nama Heru sejauh 300 meter.

Tim juga melakukan penyisiran berulang dari DAM 3 sejauh 1 km ke arah hilir dengan lebih teliti namun tanda-tanda keberadaan dua korban.

Hingga hari ke tujuh pencarian belum juga terdeteksi.

”Setelah kami berdialog dengan semua unsur yang terlibat serta dengan perwakilan keluarga korban, maka disepakati proses pencarian pada hari ini, Senin 9 Maret 2026 resmi dihentikan dan ditutup,” bebernya.

”Untuk status kedua korban atas nama Maryuni dan Hasyim kami nyatakan belum ditemukan. Namun apabila ada warga yang mengetahui atau menemukan keberadaan kedua korban, maka silahkan hubungi kami melalui Unit Siaga SAR Borobudur, kami siap untuk melakukan evakuasi” imbuh Budiono.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda kawasan puncak Gunung Merapi pada selasa (3/3/26) siang hingga sore menyebabkan banjir lahar dingin di aliran sungai Senowo (sisi barat daya Merapi) Magelang.

Akibatnya, tiga kendaraan truk penambang pasir hanyut, tiga alat berat serta 12 truk lainnya terjebak material lahar dingin.

Selain itu juga lima orang penambang yang sedang beraktivitas di area bantaran sungai Senowo juga terseret arus lahar dingin.

Adapun nama-nama kelima penambang pasir adalah Maryuni, Heru, Hasyim dan Fuad yang semuanya merupakan warga Kabupaten Magelang.

Kemudian Iman Setiawan, 21, warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu Kota Semarang.

Jasad Iman sendiri ditemukan langsung pada selasa malam sesaat setelah kejadian. Sedangkan Jasad Heru dan Fuad baru berhasil ditemukan di hari kedua pencarian pada rabu pagi.

Sehingga masih ada dua korban lagi atas nama Hasyim dan Maryuni yang belum ditemukan hingga saat ini. (adi)

Editor : Adi Pras
#sar #basarnas #gunung merapi #banjir lahar dingin #penambang pasir