Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Momen Hangat Mudik Gratis 2026: Pedagang Asal Karanganyar Hadiahi Ahmad Luthfi Sebungkus Bakso

Tri wahyu Cahyono • Senin, 16 Maret 2026 | 15:37 WIB

 

Gubernur Ahmad Luthfi dapat bingkisan bakso kuah saat menyapa langsung peserta mudik di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).
Gubernur Ahmad Luthfi dapat bingkisan bakso kuah saat menyapa langsung peserta mudik di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).

RADARSOLO.COM-Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tak hanya disambut antusias.

Tetapi juga melahirkan beragam kisah hangat dari para peserta.

Ribuan perantau mengekspresikan rasa gembira dan terima kasihnya dengan cara yang unik.

Salah satu momen berkesan datang dari Lulik Setiyawan, seorang pedagang bakso keliling asal Kabupaten Karanganyar.

Sebagai wujud syukur karena bisa menghemat ongkos pulang kampung, ia sengaja menghadiahi sebungkus bakso buatannya sendiri kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Kejutan Sebungkus Bakso di Bus Nomor 21

Momen akrab tersebut terekam saat Gubernur Ahmad Luthfi menyapa langsung para peserta mudik di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).

Saat meninjau bus nomor 21 dengan rute tujuan Karanganyar, Luthfi asyik berdialog menanyakan pekerjaan dan perasaan para pemudik.

Di tengah obrolan hangat itu, Lulik tiba-tiba menyodorkan sebungkus bakso.

"Kamu pekerjaannya apa? Sudah ikut mudik gratis berapa kali?" tanya Ahmad Luthfi saat tiba di bangku Lulik.

Lulik pun bercerita bahwa ia sehari-hari berjualan bakso keliling di kawasan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Momen Haru Ahmad Luthfi saat Buka Puasa Bersama 130 Anak Panti, Langsung Undang Lebaran di Gubernuran

Ia mengaku sudah menjadi langganan program mudik gratis Pemprov Jateng sejak tahun 2016. Setelah itu, ia menyerahkan bingkisan istimewanya.

"Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur (Pak, maaf. Ini saya buatkan khusus untuk Pak Gubernur)," ujar Lulik sembari menyunggingkan senyum semringah.

Ahmad Luthfi menerima bingkisan tersebut dengan tawa hangat.

Sebagai balasan, ia memberikan paket makanan ringan untuk bekal keluarga Lulik di perjalanan.

"Top, dikasih bakso aku. Besok kembalinya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Yang penting semuanya senang dan sehat, ya," tanggap Luthfi.

Jatuh Bangun Bertahan di Ibu Kota

Ditemui di lokasi yang sama, Lulik menceritakan dirinya sudah merantau ke Jakarta sejak lulus sekolah, menyusul orang tuanya.

Ia sempat bekerja serabutan sebelum akhirnya mantap berjualan bakso secara mandiri pada 2012 setelah menikah.

Sementara itu, sang istri turut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan jamu keliling.

Meski sudah hampir 25 tahun berjualan, kondisi ekonomi keluarga Lulik pas-pasan.

Ia merinci gambaran beratnya biaya hidup di ibu kota:

Beban terasa paling berat saat musim Lebaran tiba, di mana harga tiket bus reguler ke Karanganyar bisa meroket hingga Rp600 ribu per orang.

"Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Dulu daftarnya masih harus antre fisik di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah, Alhamdulillah sekarang sudah makin mudah karena bisa daftar lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN)," syukurnya.

Baca Juga: Tutup Open Dumping dan Bangun 14 TPST, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Digganjar Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah 2026

Perjalanan Bejo: Dari Pikulan hingga Sewa Kios

Kisah perjuangan serupa juga dibagikan oleh Bejo Fauzan, sesama pedagang bakso asal Jatiyoso, Karanganyar, yang merantau di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Ia telah malang melintang berjualan bakso Solo sejak tahun 1994 dengan perjalanan karier yang panjang:

Kini berhasil menyewa sebuah bangunan bekas warteg dengan biaya kontrak Rp3,5 juta per bulan, dan meraup pendapatan kotor sekitar Rp6–7 juta per bulan.

Meski sudah puluhan tahun merantau, Bejo mengaku baru tahun ini mencicipi fasilitas mudik gratis.

Tahun-tahun sebelumnya, ia selalu merogoh kocek dalam-dalam karena tidak mengetahui adanya program dari Pemprov Jateng tersebut.

"Baru tahu tahun ini dari Mas Lulik, lalu saya minta tolong didaftarkan sekeluarga. Bersyukur sekali ada program ini. Lumayan, uang tiket yang Rp600 ribu per orang itu bisa dialihkan untuk beli susu anak dan tambahan bekal Lebaran di kampung," tutur Bejo. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bakso #taman mini indonesia indah #pemprov jateng #mudik gratis 2026 #Program Mudik Gratis Lebaran 2026 #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #tmii #Pemudik