Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Solo Tumbuh Cepat, Tapi Apakah SDM Kita Siap?

Kabun Triyatno
Penulis: Kabun Triyatno❯
Budhi Hartanto
Budhi Hartanto

Advertisement

 

Oleh: Budhi Hartanto, ST, MSi

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB  Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Advertisement

KOTA Solo sedang bergerak cepat. UMKM bertambah ribuan, ekonomi Jawa Tengah tumbuh di atas 5 persen, dan aktivitas perdagangan makin dinamis. Di atas kertas, ini kabar baik. Tetapi di balik angka-angka itu, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan secara serius. Apakah sumber daya manusia kita benar-benar siap mengikuti laju perubahan ini?

Jangan-jangan, kita sedang tumbuh secara ekonomi tetapi berjalan tertatih dari sisi kualitas SDM.

Advertisement

Data Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta mencatat lonjakan jumlah UMKM di Kota Solo dari sekitar 3.600 unit pada 2021 menjadi lebih dari 11.000 pada 2022, dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di tingkat provinsi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah mencatat lebih dari 4 juta UMKM aktif di Jawa Tengah.

Angka ini menunjukkan satu hal, ekonomi bergerak cepat. Namun, kecepatan itu belum tentu diikuti oleh kualitas adaptasi SDM yang menggerakkannya.

Di Solo, denyut ekonomi lokal memang kuat. Data Badan Pusat Statistik Kota Surakarta dalam Kota Surakarta dalam Angka menunjukkan sektor perdagangan sebagai tulang punggung ekonomi kota. Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sekitar 5,05 persen pada 2023, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mendekati 70 persen.

Artinya, tenaga kerja tersedia dalam jumlah besar. Tetapi pertanyaannya bukan lagi soal jumlah melainkan kualitas respons terhadap perubahan.

Selama ini, kita masih sering mengukur kualitas SDM dari kompetensi, pendidikan, pengalaman dan keterampilan teknis. Padahal, dalam dunia yang bergerak cepat, ukuran itu tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk belajar ulang, menyesuaikan diri dan bergerak cepat saat situasi berubah.

Advertisement

Artikel Terkait

16 Pelaku Jamu Gendong Laweyan Dapat Pendampingan BPOM

16 Pelaku Jamu Gendong Laweyan Dapat Pendampingan BPOM

Sebanyak 16 pelaku usaha jamu gendong di Laweyan, Solo, mendapat pendampingan BPOM melalui Program IDAMAN untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk.

MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 500 UMKM, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 500 UMKM, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

MotoGP Mandalika 2026 berpotensi menggerakkan ekonomi hingga Rp5 triliun. BRI memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat transaksi digital, memperluas peluang bisnis 500 UMKM, serta mendorong sport tourism dan ekonomi lo

Kaleng Bekas Disulap Jadi Kerajinan, Siti Raup Peluang dari Limbah

Kaleng Bekas Disulap Jadi Kerajinan, Siti Raup Peluang dari Limbah

Siti Restamti di Boyolali mengubah kaleng bekas menjadi kerajinan handmade bernilai guna, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memberi kehidupan kedua pada limbah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer