Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melemahnya Kurs Rupiah: Gejala Teknis atau Fundamental?

fery ardi susanto
Penulis: fery ardi susanto❯
Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA., Guru Besar Kewirausahaan Syariah FEB UMS. (Dok.Pribadi)
Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA., Guru Besar Kewirausahaan Syariah FEB UMS. (Dok.Pribadi)

Advertisement

Oleh: Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA., Guru Besar Kewirausahaan Syariah FEB UMS

KETIKA rupiah tembus Rp 18.000 per dolar AS (USD), reaksi yang muncul biasanya hampir selalu sama: pasar panik, pemerintah memberi pernyataan menenangkan, bank sentral melakukan intervensi, dan berbagai kebijakan jangka pendek segera dikeluarkan.

Situasi seperti ini terasa familiar karena memang sudah berulang berkali-kali.

Advertisement

Pertanyaannya, mengapa pelemahan rupiah terus terjadi? Mengapa setiap kali dolar menguat atau kondisi global berubah, rupiah kembali tertekan?

Apakah ini hanya persoalan teknis, atau sebenarnya ada masalah yang lebih mendasar?

Advertisement

Di permukaan, penyebab pelemahan rupiah terlihat cukup jelas. Permintaan dolar meningkat untuk impor, pembayaran utang, dan transaksi internasional. Sementara pasokan dolar di dalam negeri tidak selalu cukup kuat.

Padahal Indonesia adalah negara eksportir besar. Nilai ekspor Indonesia mencapai ratusan miliar USD setiap tahun.

Mulai dari batu bara, nikel, sawit, hingga berbagai produk manufaktur. Namun, besarnya ekspor tidak otomatis membuat rupiah kuat.

Salah satu persoalannya adalah devisa hasil ekspor tidak sepenuhnya memperkuat pasar domestik. Karena itulah pemerintah memperketat aturan agar devisa hasil ekspor sumber daya alam masuk ke sistem keuangan nasional.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa ekspor besar belum tentu menghasilkan pasokan dolar yang cukup di dalam negeri, apabila pengelolaannya tidak optimal.

Advertisement
Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

Pakar Ekonomi UMS Klaim Dolar Melejit Karena Kepercayaan Investor Melemah

Pakar Ekonomi UMS Klaim Dolar Melejit Karena Kepercayaan Investor Melemah

Dosen Prodi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kussudyarsana menilai, pelemahan rupiah hingga Rp 18 ribu per dolar AS (USD) dipengaruhi faktor ekonomi makro dan melemahnya kepercayaan investor.

 SD UMS Global Citizen Hadir Di Kartasura Sukoharjo, Tonjolkan Pendidikan Dasar Modern

SD UMS Global Citizen Hadir Di Kartasura Sukoharjo, Tonjolkan Pendidikan Dasar Modern

Dekan FKIP UMS Anam Sutopo mengatakan, SD UMS Global Citizen hadir dengan visi membentuk siswa sebagai warga dunia yang memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

UMS Sabet 9 Medali Emas, Siapkan Hilirisasi Inovasi Mahasiswa

UMS Sabet 9 Medali Emas, Siapkan Hilirisasi Inovasi Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) raih prestasi gemilang di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) Indonesia 2026, dengan meraih 9 medali emas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer