
Oleh: Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., Kasubdit Minat Bakat dan Organisasi Kemahasiswaan serta Dosen Prodi Akuntansi FEB UMS
KEMAJUAN teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Terus tumbuh di tengah kemajuan digital seperti internet, perangkat pintar, dan media sosial.
Perkembangan teknologi ke arah digital saat ini semakin pesat, di mana manusia secara umum tak bisa dilepaskan dari perangkat serba elektronik.
Namun, terkadang era digital juga membawa dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia.
Tantangan di era digital telah masuk ke dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, serta teknologi informasi.
Baca Juga: Etika Publikasi Artikel Ilmiah: Penulis Profesional Dimulai dari Sikap
Di dunia pendidikan, teknologi digital berkembang pesat dan mulai merambah ke berbagai bidang kehidupan. Di Indonesia, perubahan ini sangat terasa, terutama sejak masa pandemi Covid-19 yang memaksa banyak kegiatan belajar mengajar beralih ke sistem daring.
Di tengah arus perkembangan teknologi yang sangat pesat, dunia pendidikan menghadapi tantangan dan peluang baru.
Era digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara belajar, mengajar, dan berinteraksi dalam dunia pendidikan (Putri, 2024; Surachman et al., 2024).
Hal ini mendorong pergeseran paradigma dalam peran pendidik, yang tidak lagi hanya sebagai sumber utama informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan inspirator dalam proses pembelajaran.




