Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Gambaran Radiologis Tuberkulosis Kelenjar (2)

Damianus Bram • Rabu, 23 November 2022 | 05:50 WIB
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf  Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
Dr dr Widiastuti Sp Rad(K) TR, selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh Dr dr Widiastuti Sp R(K) selaku Staf Pengajar Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

PADA edisi kedua ini akan dikupas tentang tuberkulosis kelenjar, terkait penyebab, gejala klinis, gambaran radiologisnya.

Tuberkulosis (TBC)  yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis (MTB) dapat terjadi di paru maupun ekstra atau di luar paru. Ekstra paru antara lain di kelenjar getah bening, otak dan selaput pelindung otak atau meningens, tulang, kulit,  payudara, sistim pencernaan, sistem perkemihan  dan lain-lain.

TBC kelenjar, istilah medisnya Lymphadenitis Chronica Granulomatosa Tuberculosa adalah peradangan kelenjar getah bening yang bersifat kronik (lama), terdiri dari jaringan granulomatosa. Penyebabnya adalah MTB.

Pada dasarnya bakteri tuberkulosis hanya bisa menular melalui droplet yang keluar melalui mulut atau hidung saat batuk, bersin dan lain-lain. Infeksi TBC yang dianggap menular adalah infeksi tuberkulosis pada paru, sedangkan yang ekstra paru misalnya TBC kelenjar tidak akan menular kepada orang lain . Namun demikian orang yang menderita TBC ekstra paru dapat bersamaan dengan TBC paru yang kadang tanpa gejala atau subklinis.

Bakteri penyebab TBC kelenjar ini masuk ke tubuh melalui proses infeksi, seringkali sekunder berasal dari infeksi paru, kemudian menyebar melalui saluran getah bening, terutama pada anak anak. Di antara TBC ekstra paru, maka TBC kelenjar  yang memiliki  prosentase tertinggi, dan terbanyak mengenai kelenjar getah bening leher, berupa suatu benjolan  dengan sebutan skrofula.

Skrofula sering muncul sebagai benjolan kemerahan di satu sisi, tidak nyeri, terletak di sepanjang batas atas otot leher bernama otot sternokleidomastoid atau di daerah supraklavikula atau aksila. Selain leher, pembesaran kelenjar getah bening dapat juga di daerah ketiak, lipat paha dan sekitar rahang dan tanpa nyeri.

Gejala lainnya adalah  sering demam, batuk,  tidak ada nafsu makan, penurunan berat badan, banyak berkeringat  di malam hari, mudah lelah  dan gagal tumbuh, bisa terdapat  pada 50 persen penderita.

Pada orang yang dicurigai mengalami TBC kelenjar, maka  akan tetap disarankan untuk menjalani foto rontgen paru guna melihat apakah TBC kelenjar yang dialami, juga diikuti infeksi TBC paru.

Diagnosis TBC kelenjar ditegakkan berdasarkan beberapa hasil pemeriksaan fisik, adakah benjolan dan hasil pemeriksaan tambahan (seperti rontgen dada, biopsi sediaan yang diambil dari benjolan). Pemeriksaan Radiologis berupa: pemeriksaan ultrasonografi (USG), computed tomografi (CT) scan dan lain-lain.

Pada USG leher, kelenjar yang meradang cenderung membesar, membulat, dan hipoekoik atau kehitaman dibandingkan dengan otot-otot yang berdekatan, tanda panah (gambar A). Secara klinis TBC kelenjar tampak sebagai benjolan kemerahan, antar lain di leher (gambar B). Pada CT scan leher, bermanifestasi sebagai pembesaran kelenjar getah bening hypodens atau kehitaman, bentuk oval, disepanjang otot sternokleidomastoid atau di daerah supraklavikula, tanda panah (gambar C).   Kelenjar getah bening supuratif menunjukkan fokus  keradangan di sentral dengan kapsul  tebal, tanda panah (gambar C dan D).

Photo
Photo


Sebagai upaya pencegahan penularan adalah menutup mulut saat batuk atau bersin dan tidak meludah disembarang tempat (pada penderita TBC kelenjar yang kemungkinan bersamaan juga menderita  TBC paru subklinis).

Sebagai penutup, sebaiknya jalani cek kesehatan secara berkala, menjalani  pola hidup sehat, upayakan sirkulasi udara  segar  dan  adanya sinar matahari  yang masuk untuk setiap ruangan. (*)  Editor : Damianus Bram
#Radiologis Tuberkulosis Kelenjar #Dr dr Widiastuti #Gambaran Radiologis Tuberkulosis Kelenjar