Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Sulit Diprediksi, Pengendara Motor Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Nur Pramudito
Penulis: Nur Pramudito❯
Cuaca Sulit Diprediksi, Pengendara Motor Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
Cuaca Sulit Diprediksi, Pengendara Motor Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Advertisement

RADARSOLO.COM -  Agustus umumnya dikenal sebagai puncak musim kemarau dengan cuaca cerah dan kondisi jalan yang cenderung kering. Namun, perubahan kondisi iklim membuat cuaca semakin sulit diprediksi.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bisa turun secara tiba-tiba. Kondisi tersebut membuat pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara mendadak.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Mukammad Aldy Irvansyah, mengatakan pengendara perlu memahami berbagai potensi bahaya di jalan agar dapat melakukan antisipasi dan berkendara dengan lebih aman.

Advertisement

Menurutnya, terdapat sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai pengendara motor saat menghadapi cuaca yang tidak menentu.

1. Jalan Menjadi Licin

Hujan pertama setelah periode kering yang cukup panjang dapat membuat permukaan jalan menjadi sangat licin. Debu, kotoran, dan sisa oli yang menumpuk di permukaan aspal dapat bercampur dengan air hujan sehingga membentuk lapisan licin.

Advertisement

Kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal dan meningkatkan risiko tergelincir, khususnya ketika pengendara melakukan manuver, berbelok, atau mengerem.

2. Jarak Pandang Terbatas

Hujan deras juga dapat mengurangi jarak pandang pengendara secara signifikan. Air yang membasahi kaca helm, cipratan kendaraan lain, hingga derasnya tirai hujan bisa membuat kondisi di depan menjadi sulit terlihat dengan jelas.

Karena itu, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan memastikan pandangan tetap optimal selama berkendara.

3. Jarak Pengereman Lebih Panjang

Permukaan jalan yang basah membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang dibandingkan ketika jalan dalam kondisi kering.

Pengereman secara mendadak dan terlalu keras juga dapat meningkatkan risiko ban kehilangan daya cengkeram. Pengendara disarankan melakukan pengereman secara bertahap dan tetap menjaga kendali sepeda motor.

Advertisement

Artikel Terkait

Honda Jateng Satukan 1000 Pengguna Vario di Konco Var1000, Honda Vario Evo 160 Resmi Mengaspal di Solo Raya

Honda Jateng Satukan 1000 Pengguna Vario di Konco Var1000, Honda Vario Evo 160 Resmi Mengaspal di Solo Raya

Honda Jateng meluncurkan Honda Vario Evo 160 melalui acara Konco Var1000 di Solo Raya. Sebanyak 1.000 pengguna Vario mengikuti gathering dan touring akbar dengan beragam hiburan, promo menarik, serta grand prize motor

Honda Stylo dan Honda BeAT Rajai SBBI Award 2026, Astra Motor Jateng Apresiasi Kepercayaan Konsumen

Honda Stylo dan Honda BeAT Rajai SBBI Award 2026, Astra Motor Jateng Apresiasi Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen yang terus diberikan telah mengantarkan Honda BeAT dan Honda Stylo mempertahankan prestasinya selama lima tahun berturut-turut.

Mengusung Mesin 160cc eSP+, Skutik Sporty New Honda Vario Evo 160 Resmi Mengaspal di Jateng

Mengusung Mesin 160cc eSP+, Skutik Sporty New Honda Vario Evo 160 Resmi Mengaspal di Jateng

New Honda Vario Evo 160 mengusung kapasitas mesin 160cc dengan membawa pembaruan masif pada aspek eksterior, variasi corak, serta penyematan ragam fitur fungsional baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer