Cuaca Sulit Diprediksi, Pengendara Motor Perlu Tingkatkan Kewaspadaan


RADARSOLO.COM - Agustus umumnya dikenal sebagai puncak musim kemarau dengan cuaca cerah dan kondisi jalan yang cenderung kering. Namun, perubahan kondisi iklim membuat cuaca semakin sulit diprediksi.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bisa turun secara tiba-tiba. Kondisi tersebut membuat pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara mendadak.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Mukammad Aldy Irvansyah, mengatakan pengendara perlu memahami berbagai potensi bahaya di jalan agar dapat melakukan antisipasi dan berkendara dengan lebih aman.
Menurutnya, terdapat sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai pengendara motor saat menghadapi cuaca yang tidak menentu.
1. Jalan Menjadi Licin
Hujan pertama setelah periode kering yang cukup panjang dapat membuat permukaan jalan menjadi sangat licin. Debu, kotoran, dan sisa oli yang menumpuk di permukaan aspal dapat bercampur dengan air hujan sehingga membentuk lapisan licin.
Kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal dan meningkatkan risiko tergelincir, khususnya ketika pengendara melakukan manuver, berbelok, atau mengerem.
2. Jarak Pandang Terbatas
Hujan deras juga dapat mengurangi jarak pandang pengendara secara signifikan. Air yang membasahi kaca helm, cipratan kendaraan lain, hingga derasnya tirai hujan bisa membuat kondisi di depan menjadi sulit terlihat dengan jelas.
Karena itu, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan memastikan pandangan tetap optimal selama berkendara.
3. Jarak Pengereman Lebih Panjang
Permukaan jalan yang basah membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang dibandingkan ketika jalan dalam kondisi kering.
Pengereman secara mendadak dan terlalu keras juga dapat meningkatkan risiko ban kehilangan daya cengkeram. Pengendara disarankan melakukan pengereman secara bertahap dan tetap menjaga kendali sepeda motor.



