alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Kuota PPDB Jalur Zonasi Bisa Bertambah, Bila Kuota Jalur Lain Tidak Terpenuhi

SOLO – Jalur zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri mendapat kuota minimal 50 persen dan SD sebanyak 70 persen. Sedangkan sisanya masuk kuota jalur afirmasi, perpindahan orang tua atau mutasi, dan prestasi. Namun demikian, kuota zonasi itu masih bisa bertambah.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Hery Mulyono menuturkan, kuota jalur zonasi sekolah dapat bertambah jika kuota di jalur lain belum terpenuhi. Sisa kuota dari jalur afirmasi, dapat dialihkan ke jalur zonasi. Maka calon peserta didik jalur zonasi memiliki peluang dapat diterima.

“Nanti 27 Juni, apabila dari ketiga pilihan di jalur zonasi semua tidak diterima, masih ada satu kesempatan untuk mengisi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Jalur zonasi sangat mungkin bisa bertambah, ketika jalur lain tidak terisi,” ujarnya.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menjelaskan, secara rinci kuota untuk jalur afirmasi minimal 35 persen. Kemudian kuota jalur perpindahan orang tua atau mutasi maksimal 5 persen, dan kuota jalur prestasi maksimal 10 persen. Dia mengambil contoh kuota di jalur afirmasi. Ketika terjadi kekosongan pendaftar, atau ada pendaftar namun tidak penuh, sisanya dapat dialihkan ke jalur zonasi.

“Jadi tidak kemudian dibiarkan begitu saja. Kami utamakan dialihkan ke zonasi karena yang terdekat dengan rumah,” jelasnya.

Demikian halnya bila kuota pada jalur prestasi juga tidak penuh, maka jalur-jalur yang tidak terisi itu juga boleh dialihkan ke jalur zonasi. Kecuali untuk jalur perpindahan tugas orang tua tidak bisa dialihkan.

“Dibiarkan kosong (jalur perindahan orang tua, Red) untuk berjaga-jaga jika nanti setelah PPDB ada anak yang orang tuanya baru dipindah tugaskan ke Solo. Karena perpindahan tugas itu tidak bisa diprediksi. Paling banyak memang dari TNI,” ungkapnya.

Haris menekankan, terpenting adalah kuota jalur selain zonasi tidak melebihi ketentuan petunjuk teknis (juknis) PPDB. Begitu juga dengan kuota keseluruhan siswa di satu sekolah, tidak boleh melebihi kuota awal yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Jadi kuota-kuota yang masih kosong itu tetap akan terpenuhi nantinya,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Surakarta Dwi Darmadi mengatakan, sebanyak 88 kuota jalur afirmasi di sekolahnya sudah terisi penuh. Maka tidak akan dialihkan untuk jalur zonasi. Total sebanyak 225 kuota yang dibuka untuk keempat jalur PPDB.

“Sebanyak 88 siswa yang telah diterima, tujuh di antaranya memang belum daftar ulang. Namun, ini masih dalam waktu daftar ulang. Kami tetap ingatkan dengan cara menghubungi lewat telepon bagi siswa yang sudah dinyatakan lolos. Sebab, kalau tidak daftar ulang dianggap mundur,” ungkapnya..

Sementara itu, daya tampung 27 SMP negeri di Kota Solo sebanyak 3.300 siswa dan 152 SD negeri sejumlah 3.705 siswa untuk jalur zonasi. Untuk PPDB jalur zonasi di Kota Solo berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 Juni secara online. (ian/bun/dam) 

SOLO – Jalur zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri mendapat kuota minimal 50 persen dan SD sebanyak 70 persen. Sedangkan sisanya masuk kuota jalur afirmasi, perpindahan orang tua atau mutasi, dan prestasi. Namun demikian, kuota zonasi itu masih bisa bertambah.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Hery Mulyono menuturkan, kuota jalur zonasi sekolah dapat bertambah jika kuota di jalur lain belum terpenuhi. Sisa kuota dari jalur afirmasi, dapat dialihkan ke jalur zonasi. Maka calon peserta didik jalur zonasi memiliki peluang dapat diterima.

“Nanti 27 Juni, apabila dari ketiga pilihan di jalur zonasi semua tidak diterima, masih ada satu kesempatan untuk mengisi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Jalur zonasi sangat mungkin bisa bertambah, ketika jalur lain tidak terisi,” ujarnya.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menjelaskan, secara rinci kuota untuk jalur afirmasi minimal 35 persen. Kemudian kuota jalur perpindahan orang tua atau mutasi maksimal 5 persen, dan kuota jalur prestasi maksimal 10 persen. Dia mengambil contoh kuota di jalur afirmasi. Ketika terjadi kekosongan pendaftar, atau ada pendaftar namun tidak penuh, sisanya dapat dialihkan ke jalur zonasi.

“Jadi tidak kemudian dibiarkan begitu saja. Kami utamakan dialihkan ke zonasi karena yang terdekat dengan rumah,” jelasnya.

Demikian halnya bila kuota pada jalur prestasi juga tidak penuh, maka jalur-jalur yang tidak terisi itu juga boleh dialihkan ke jalur zonasi. Kecuali untuk jalur perpindahan tugas orang tua tidak bisa dialihkan.

“Dibiarkan kosong (jalur perindahan orang tua, Red) untuk berjaga-jaga jika nanti setelah PPDB ada anak yang orang tuanya baru dipindah tugaskan ke Solo. Karena perpindahan tugas itu tidak bisa diprediksi. Paling banyak memang dari TNI,” ungkapnya.

Haris menekankan, terpenting adalah kuota jalur selain zonasi tidak melebihi ketentuan petunjuk teknis (juknis) PPDB. Begitu juga dengan kuota keseluruhan siswa di satu sekolah, tidak boleh melebihi kuota awal yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Jadi kuota-kuota yang masih kosong itu tetap akan terpenuhi nantinya,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Surakarta Dwi Darmadi mengatakan, sebanyak 88 kuota jalur afirmasi di sekolahnya sudah terisi penuh. Maka tidak akan dialihkan untuk jalur zonasi. Total sebanyak 225 kuota yang dibuka untuk keempat jalur PPDB.

“Sebanyak 88 siswa yang telah diterima, tujuh di antaranya memang belum daftar ulang. Namun, ini masih dalam waktu daftar ulang. Kami tetap ingatkan dengan cara menghubungi lewat telepon bagi siswa yang sudah dinyatakan lolos. Sebab, kalau tidak daftar ulang dianggap mundur,” ungkapnya..

Sementara itu, daya tampung 27 SMP negeri di Kota Solo sebanyak 3.300 siswa dan 152 SD negeri sejumlah 3.705 siswa untuk jalur zonasi. Untuk PPDB jalur zonasi di Kota Solo berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 Juni secara online. (ian/bun/dam) 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/