alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Jangan Ragu Kuliah Luar Negeri, Dalami Dulu Bahasa Asing

SOLO – Civitas akademika perguruan tinggi, terus didorong untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun sebelum menjalani kuliah di luar negeri, harus memiliki bekal penguasaan bahasa asing. Terutama bahasa di negara tempat menempuh studi lanjutan.

Manajer Divisi Pendidikan Indonesia Britain Education Centre (IBEC) Satyadhi Hendra menjelaskan, pihaknya siap membantu mahasiswa maupun dosen di Kota Solo yang berniat kuliah di luar negeri. Terutama ke universitas dan kolese di Inggris.

“Sebenarnya ada pendanaan dari pemerintah, bagi yang ingin kuliah di luar negeri. Tapi masih belum merata. Karena informasi mengenai studi di luar negeri, hanya terpusat di universitas di kota metropolitan. Sehingga yang di daerah kekurangan informasi,” terang Hendra saat mengisi seminar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin (20/6).

Hendra menambahkan, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi mahasiswa atau dosen yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Salah satunya penguasaan bahasa asing. Siapa pun yang hendak ke luar negeri, apalagi Inggris, harus menguasai bahasa Inggris.

“Sebelum berangkat, sebagiknya belajar bahasa Inggris dengan serius. Syarat kedua, bagi siapapun yang tertarik belajar ke luar negeri, harus mau membuka opsi seluas-luasnya. Terakhir, yang bersangkutan harus berani mencoba,” imbuhnya.

Penanggung jawab seminar Feri Setyowibowo menambahkan, civitas akademika harus selalu update informasi terbaru, terkait serba-serbi pendidikan di luar negeri. Informasi ini bisa didapatkan melalui media sosial Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional UNS.

“Memuat informasi terbaru dan lengkap, mengenai pendidikan di luar negeri, beasiswa, maupun acara internasional. Silakan mengikuti media sosial International Office UNS,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang peserta seminar Fatiha Najma Yustisia mengaku sangat terbantu dengan informasi yang didapat. Sebagai lulusan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, dia sangat berambisi bisa kuliah di luar negeri.

“Bisa menguatkan pilihan terhadap kampus yang hendak saya tuju. Terbantu sekali, karena UNS memang menjembatani lulusannya ataupun mahasiswanya. Supaya bisa taking oportunity and studying abroad,” ujarnya. (ian/fer)

SOLO – Civitas akademika perguruan tinggi, terus didorong untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun sebelum menjalani kuliah di luar negeri, harus memiliki bekal penguasaan bahasa asing. Terutama bahasa di negara tempat menempuh studi lanjutan.

Manajer Divisi Pendidikan Indonesia Britain Education Centre (IBEC) Satyadhi Hendra menjelaskan, pihaknya siap membantu mahasiswa maupun dosen di Kota Solo yang berniat kuliah di luar negeri. Terutama ke universitas dan kolese di Inggris.

“Sebenarnya ada pendanaan dari pemerintah, bagi yang ingin kuliah di luar negeri. Tapi masih belum merata. Karena informasi mengenai studi di luar negeri, hanya terpusat di universitas di kota metropolitan. Sehingga yang di daerah kekurangan informasi,” terang Hendra saat mengisi seminar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin (20/6).

Hendra menambahkan, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi mahasiswa atau dosen yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Salah satunya penguasaan bahasa asing. Siapa pun yang hendak ke luar negeri, apalagi Inggris, harus menguasai bahasa Inggris.

“Sebelum berangkat, sebagiknya belajar bahasa Inggris dengan serius. Syarat kedua, bagi siapapun yang tertarik belajar ke luar negeri, harus mau membuka opsi seluas-luasnya. Terakhir, yang bersangkutan harus berani mencoba,” imbuhnya.

Penanggung jawab seminar Feri Setyowibowo menambahkan, civitas akademika harus selalu update informasi terbaru, terkait serba-serbi pendidikan di luar negeri. Informasi ini bisa didapatkan melalui media sosial Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional UNS.

“Memuat informasi terbaru dan lengkap, mengenai pendidikan di luar negeri, beasiswa, maupun acara internasional. Silakan mengikuti media sosial International Office UNS,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang peserta seminar Fatiha Najma Yustisia mengaku sangat terbantu dengan informasi yang didapat. Sebagai lulusan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, dia sangat berambisi bisa kuliah di luar negeri.

“Bisa menguatkan pilihan terhadap kampus yang hendak saya tuju. Terbantu sekali, karena UNS memang menjembatani lulusannya ataupun mahasiswanya. Supaya bisa taking oportunity and studying abroad,” ujarnya. (ian/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/