alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah: Gandeng 30 Hotel

SOLO  – Diperkirakan tiga juta orang menghadiri Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah di Kota Solo, 18- 20 November. Akan diserbu penggembira muktamar, pihak panitia penyelenggara mengaku siap memberikan pelayanan terbaik. Terutama dari sisi akomodasi.

Koordinator Penggembira Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah Reynal Falah menjelaskan, antusiasme warga persyarikatan untuk hadir di Kota Bengawan cukup tinggi. Secara resmi, hampir 100 ribu penggembira sudah mendaftar melalui koordinator masing-masing.

Penggembira yang terdaftar, akan diploting terkait pembagian tempat menginap dan transit. Saat ini panitia sedang berkoordinasi dengan penginapan di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. Terkait penyediaan penginapan berbayar, namun dengan harga terjangkau.

”Panitia sudah berkoordinasi dengan 30 hotel di Solo Raya, untuk menyediakan tempat menginap dengan harga yang wajar bagi para penggembira muktamar. Semuanya sudah MoU (memorandum of understanding) dengan kami. Mulai dari hotel kelas melati sampai bintang 4,” terang Reynal, kemarin (22/9).

Sekretaris Panitia Penerima Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah Bambang Sukoco menambahkan, akan berupaya maksimal demi memberikan layanan terbaik. Salah satunya layanan akomodasi, memanfaatkan amal usaha Muhammadiyah-Aisyiyah maupun masjid, sebagai lokasi transit dan menginap.

”Muktamar digelar selama tiga hari, dikurangi tanwir satu hari. Insya Allah dengan persiapan terbaik, kami berupaya menyambut seluruh warga persyarikatan yang hadir di Kota Solo. Sesuai pesan ketua umum, penggembira datang sehat dan pulang juga sehat. Sehingga protokol kesehatan (prokes) tetap harus dipatuhi,” ungkap Bambang.

Bambang bersyukur, gelaran muktamar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk Pemkot Surakarta dan Pemkab Karanganyar. Bupati Karanganyar Juliyatmono, bahkan menggratiskan biaya masuk objek wisata bagi penggembira.

”Juga menyediakan 20 unit bus gratis, untuk berkeliling Karanganyar. Kemudian Pemkot Surakarta juga mengadakan pertunjukan budaya di tiap sudut kota,” imbuh Bambang.

Sementara itu, pembukaan muktamar dipusatkan di Stadion Manahan. Sedangkan untuk pusat persidangan muktamar, dibagi di dua lokasi berbeda. Muktamar Muhammadiyah di Edutorium UMS, sedangkan Muktamar Aisyiyah di GOR UMS.

”Penggembira yang ingin mengikuti pembukaan di Stadion Manahan, kami batasi 11 ribu-12 ribu orang,” urainya. (ian/fer)

SOLO  – Diperkirakan tiga juta orang menghadiri Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah di Kota Solo, 18- 20 November. Akan diserbu penggembira muktamar, pihak panitia penyelenggara mengaku siap memberikan pelayanan terbaik. Terutama dari sisi akomodasi.

Koordinator Penggembira Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah Reynal Falah menjelaskan, antusiasme warga persyarikatan untuk hadir di Kota Bengawan cukup tinggi. Secara resmi, hampir 100 ribu penggembira sudah mendaftar melalui koordinator masing-masing.

Penggembira yang terdaftar, akan diploting terkait pembagian tempat menginap dan transit. Saat ini panitia sedang berkoordinasi dengan penginapan di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. Terkait penyediaan penginapan berbayar, namun dengan harga terjangkau.

”Panitia sudah berkoordinasi dengan 30 hotel di Solo Raya, untuk menyediakan tempat menginap dengan harga yang wajar bagi para penggembira muktamar. Semuanya sudah MoU (memorandum of understanding) dengan kami. Mulai dari hotel kelas melati sampai bintang 4,” terang Reynal, kemarin (22/9).

Sekretaris Panitia Penerima Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah Bambang Sukoco menambahkan, akan berupaya maksimal demi memberikan layanan terbaik. Salah satunya layanan akomodasi, memanfaatkan amal usaha Muhammadiyah-Aisyiyah maupun masjid, sebagai lokasi transit dan menginap.

”Muktamar digelar selama tiga hari, dikurangi tanwir satu hari. Insya Allah dengan persiapan terbaik, kami berupaya menyambut seluruh warga persyarikatan yang hadir di Kota Solo. Sesuai pesan ketua umum, penggembira datang sehat dan pulang juga sehat. Sehingga protokol kesehatan (prokes) tetap harus dipatuhi,” ungkap Bambang.

Bambang bersyukur, gelaran muktamar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk Pemkot Surakarta dan Pemkab Karanganyar. Bupati Karanganyar Juliyatmono, bahkan menggratiskan biaya masuk objek wisata bagi penggembira.

”Juga menyediakan 20 unit bus gratis, untuk berkeliling Karanganyar. Kemudian Pemkot Surakarta juga mengadakan pertunjukan budaya di tiap sudut kota,” imbuh Bambang.

Sementara itu, pembukaan muktamar dipusatkan di Stadion Manahan. Sedangkan untuk pusat persidangan muktamar, dibagi di dua lokasi berbeda. Muktamar Muhammadiyah di Edutorium UMS, sedangkan Muktamar Aisyiyah di GOR UMS.

”Penggembira yang ingin mengikuti pembukaan di Stadion Manahan, kami batasi 11 ribu-12 ribu orang,” urainya. (ian/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/