alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

2.860 Lolos SBMPTN UNS: Jumlah Hanya 5,36 Persen dari Total Pendaftar

SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) umumkan hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), Kamis (23/6). Tercatat 2.860 pendaftar dinyatakan lolos seleksi. Sayangnya, jumlah tersebut hanya 5,36 persen saja dari keseluruhan pendaftar.

Hasil ini diumumkan Rektor UNS Jamal Wiwoho. Menurutnya, SBMPTN UNS tahun ini diikuti 53.358 pendaftar. Naik sekitar 6,75 persen atau 3.375 peminat. Dibandingkan tahun lalu yang hanya 49.983 pendaftar. Data ini dibarengi kenaikan angka keketatan persaingan (AKP), dari 1:18 pada 2021 menjadi 1:19 pada 2022.

“Selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima, bisa mendaftar melalui seleksi mandiri (SM) jalur UTBK (ujian tulis berbasis komputer), jalur ujian tulis, dan jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen,” terangnya.

Puluhan ribu pendaftar tersebut, lanjut Jamal, rinciannya kelompok saintek 27.403 orang dan kelompok soshum 25.955 orang. Kelompok saintek yang lolos mencapai 1.416  orang. Sedangkan kelompok Soshum yang lolos 1.444  orang.

Terdapat 10 program studi (prodi), dengan keketatan tertinggi pada kelompok saintek UNS. Mulai dari prodi farmasi (1:55), kedokteran (1:46), informatika (1:35), kebidanan (1:34), psikologi (1:33), ilmu dan teknologi pangan (1:26), teknik industri (1:25), perencanaan wilayah dan kota (1:23), keselamatan dan kesehatan kerja (1:21), serta statistika (1:21).

Kemudian 10 prodi dengan keketatan tertinggi pada kelompok soshum, yakni prodi manajemen (1:47), ilmu komunikasi (1:47), hubungan internasional (1:36), bimbingan dan konseling (1:32), akuntansi (1:28), sastra Inggris (1:28), ilmu administrasi negara (1:25), pendidikan administrasi perkantoran (1:23), sosiologi (1:22), serta pendidikan guru sekolah dasar (1:20).

Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar. Nilai rata-rata UTBK tertinggi pada bidang saintek. Naik dibandingkan tahun lalu, yang berada di posisi ke-8 nasional. Karena tahun ini naik menjadi peringkat ke-7 nasional,” imbuh Jamal.

Sementara itu, UNS sudah membuka dua program baru yang mengarah ke era digital 4.0. Yakni prodi S1 bisnis digital, serta fakultas teknologi informasi dan sains data. Calon mahasiswa baru UNS bisa memilih jurusan ini, melalui jalur seleksi mandiri.

“Program studi tersebut akan melesat dengan cepat. Menjadi rujukan nasional, bahkan internasional dalam pengembangan keilmuan bisnis digital,” ungkap Jamal.

Menurut Jamal, sudah saatnya sumber daya manusia (SDM) sekarang melek teknologi digital. “Kami sebagai civitas akademik di perguruan tinggi, berupaya menyesuaikan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dibukanya prodi bisnis digital, serta fakultas teknologi informasi dan sains data,” ucapnya. (ian/fer/dam)

SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) umumkan hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), Kamis (23/6). Tercatat 2.860 pendaftar dinyatakan lolos seleksi. Sayangnya, jumlah tersebut hanya 5,36 persen saja dari keseluruhan pendaftar.

Hasil ini diumumkan Rektor UNS Jamal Wiwoho. Menurutnya, SBMPTN UNS tahun ini diikuti 53.358 pendaftar. Naik sekitar 6,75 persen atau 3.375 peminat. Dibandingkan tahun lalu yang hanya 49.983 pendaftar. Data ini dibarengi kenaikan angka keketatan persaingan (AKP), dari 1:18 pada 2021 menjadi 1:19 pada 2022.

“Selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima, bisa mendaftar melalui seleksi mandiri (SM) jalur UTBK (ujian tulis berbasis komputer), jalur ujian tulis, dan jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen,” terangnya.

Puluhan ribu pendaftar tersebut, lanjut Jamal, rinciannya kelompok saintek 27.403 orang dan kelompok soshum 25.955 orang. Kelompok saintek yang lolos mencapai 1.416  orang. Sedangkan kelompok Soshum yang lolos 1.444  orang.

Terdapat 10 program studi (prodi), dengan keketatan tertinggi pada kelompok saintek UNS. Mulai dari prodi farmasi (1:55), kedokteran (1:46), informatika (1:35), kebidanan (1:34), psikologi (1:33), ilmu dan teknologi pangan (1:26), teknik industri (1:25), perencanaan wilayah dan kota (1:23), keselamatan dan kesehatan kerja (1:21), serta statistika (1:21).

Kemudian 10 prodi dengan keketatan tertinggi pada kelompok soshum, yakni prodi manajemen (1:47), ilmu komunikasi (1:47), hubungan internasional (1:36), bimbingan dan konseling (1:32), akuntansi (1:28), sastra Inggris (1:28), ilmu administrasi negara (1:25), pendidikan administrasi perkantoran (1:23), sosiologi (1:22), serta pendidikan guru sekolah dasar (1:20).

Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar. Nilai rata-rata UTBK tertinggi pada bidang saintek. Naik dibandingkan tahun lalu, yang berada di posisi ke-8 nasional. Karena tahun ini naik menjadi peringkat ke-7 nasional,” imbuh Jamal.

Sementara itu, UNS sudah membuka dua program baru yang mengarah ke era digital 4.0. Yakni prodi S1 bisnis digital, serta fakultas teknologi informasi dan sains data. Calon mahasiswa baru UNS bisa memilih jurusan ini, melalui jalur seleksi mandiri.

“Program studi tersebut akan melesat dengan cepat. Menjadi rujukan nasional, bahkan internasional dalam pengembangan keilmuan bisnis digital,” ungkap Jamal.

Menurut Jamal, sudah saatnya sumber daya manusia (SDM) sekarang melek teknologi digital. “Kami sebagai civitas akademik di perguruan tinggi, berupaya menyesuaikan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dibukanya prodi bisnis digital, serta fakultas teknologi informasi dan sains data,” ucapnya. (ian/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/