23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Bersinergi Pangkas Pengangguran, Disdik Dorong PKBM dan LKP Berkolaborasi dengan DUDI

RADARSOLO.ID – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diminta untuk meningkatkan sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kerja sama sebagai upaya untuk mengurangi jumlah pengangguran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah mengimbau agar pemerintah daerah  dapat terus memfasilitasi. Yakni melalui berbagai kebijakan dan anggaran guna memastikan peserta didik di LKP mendapat bekal yang relevan dengan kebutuhannya di dunia kerja.

“Kami dorong untuk PKBM dan LKP bersinergi dengan DUDI. Mayoritas sudah ada link and match itu, tapi beberapa memang belum,” ucapnya.

Haris menyebutkan, sinergitas antara PKBM, LKP, dan DUDI secara tidak langsung dapat memangkas jumlah pengangguran yang ada saat ini. Ataupun memutus peluang adanya pengangguran baru. Dengan adanya kerja sama dengan DUDI ini,  peserta didik tentunya dapat secara langsung disalurkan di tempat kerja.

“Itu secara tidak langsung kan bisa memangkas pengangguran yang ada. Peserta didik dapat mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya” imbuhnya

Sementara itu koordinator paket C di PKBM Berdikari Joko Suroso mengatakan, bahwa link and match antara Lembaga PKBM Berdikari dengan DUDI belum terjadi, karena selama pandemi PKBM Berdikari melaksanakan digital marketing.

“Untuk ke DUDI kami belum, tapi kami pernah melaksanakan digital marketing selama pandemi, kami bekerja sama dengan Javacom untuk digital marketing programnya dan nanti diarahkan ke DUDI,” terangnya saat ditemui di kantor PKBM Berdikari, kemarin.

Dia juga menambahkan bahwa link and match antara PKBM Berdikari dengan DUDI pernah dianjurkan oleh kementerian. Kedepan PKBM Berdikari juga merencanakan akan melaksanakan kerja sama dengan DUDI.

“Rencana ada, tapi nanti akan ditarik ke ranah perkuliahan dulu. Kemarin ada teman yang menawarkan kerja sama seperti itu,” ujar Joko Suroso.

Joko juga menyampaikan proses pembelajaran PKBM Berdikari ada dua jenis, yaitu tatap muka dan online. Untuk tatap muka diselenggarakan pagi mulai jam 08.00-10.00 WIB untuk anak usia sekolah.

“Untuk usia kerja kami adakan pembelajaran lewat online secara daring, dan link dari kementerian nanti kami pakai untuk pembelajaran,” pungkasnya. (mg7/ian/nik)

RADARSOLO.ID – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diminta untuk meningkatkan sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kerja sama sebagai upaya untuk mengurangi jumlah pengangguran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah mengimbau agar pemerintah daerah  dapat terus memfasilitasi. Yakni melalui berbagai kebijakan dan anggaran guna memastikan peserta didik di LKP mendapat bekal yang relevan dengan kebutuhannya di dunia kerja.

“Kami dorong untuk PKBM dan LKP bersinergi dengan DUDI. Mayoritas sudah ada link and match itu, tapi beberapa memang belum,” ucapnya.

Haris menyebutkan, sinergitas antara PKBM, LKP, dan DUDI secara tidak langsung dapat memangkas jumlah pengangguran yang ada saat ini. Ataupun memutus peluang adanya pengangguran baru. Dengan adanya kerja sama dengan DUDI ini,  peserta didik tentunya dapat secara langsung disalurkan di tempat kerja.

“Itu secara tidak langsung kan bisa memangkas pengangguran yang ada. Peserta didik dapat mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya” imbuhnya

Sementara itu koordinator paket C di PKBM Berdikari Joko Suroso mengatakan, bahwa link and match antara Lembaga PKBM Berdikari dengan DUDI belum terjadi, karena selama pandemi PKBM Berdikari melaksanakan digital marketing.

“Untuk ke DUDI kami belum, tapi kami pernah melaksanakan digital marketing selama pandemi, kami bekerja sama dengan Javacom untuk digital marketing programnya dan nanti diarahkan ke DUDI,” terangnya saat ditemui di kantor PKBM Berdikari, kemarin.

Dia juga menambahkan bahwa link and match antara PKBM Berdikari dengan DUDI pernah dianjurkan oleh kementerian. Kedepan PKBM Berdikari juga merencanakan akan melaksanakan kerja sama dengan DUDI.

“Rencana ada, tapi nanti akan ditarik ke ranah perkuliahan dulu. Kemarin ada teman yang menawarkan kerja sama seperti itu,” ujar Joko Suroso.

Joko juga menyampaikan proses pembelajaran PKBM Berdikari ada dua jenis, yaitu tatap muka dan online. Untuk tatap muka diselenggarakan pagi mulai jam 08.00-10.00 WIB untuk anak usia sekolah.

“Untuk usia kerja kami adakan pembelajaran lewat online secara daring, dan link dari kementerian nanti kami pakai untuk pembelajaran,” pungkasnya. (mg7/ian/nik)

Populer

Berita Terbaru

spot_img