alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Peringatan Hari Guru Nasional, SMPN 9 Surakarta Boyong Banyak Prestasi

SOLO Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional dan Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) ke-76, SMPN 9 Surakarta menunjukkan prestasi membagakan. Sekolah setempat menyabet tiga juara di berbagai bidang.

Trofi juara diserahkan Ketua PGRI Kota Surakarta Wahyono di Aula Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kamis (25/11).

Kepala SMPN 9 Surakarta Diah Pitaloka menjelaskan, prestasi yang diraih yakni juara 1 menulis cerpen, juara 3 sekolah inspiratif, dan juara 3 solo vocal.

Alhamdullilah kami bisa membawa pulang tiga piala. Prestasi ini kami peroleh dengan doa dan usaha keras. Manajerial yang baik antara kepala sekolah dan guru menjadi fondasi utama melahirkan berbagai prestasi untuk sekolah,” terangnya, Kamis (25/11).

Menurut Diah, tolok ukur sekolah inspiratif bergantung pada kepala sekolah. Kepala sekolah yang hebat akan mampu mengarahkan semua elemen untuk saling bersinergi memajukan sekolah.

“Motivasi dan semangat untuk bergerak itu selalu kami berikan untuk bapak dan ibu guru, serta semua murid SMPN 9 Surakarta. Istilahnya kami oyak-oyak terus agar bersedia bergerak dan berkarya,” imbuh dia.

Tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, SMPN 9 Surakarta juga merupakan sekolah penggerak yang selalu memfasilitasi guru dan siswa untuk berkarya dalam berbagai bidang. Itu ditunjukan oleh salah satu murid yang menorehkan prestasi dalam bidang nonakademik tingkat Provinsi Jateng.

“Siswa kami mendapatkan juara 1 dalam lomba menulis huruf Jawa tingkat provinsi. Itu merupakan prestasi membanggakan, karena tidak semua orang bisa menulis huruf Jawa. Setelah ini, siswa kami akan maju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah,” beber Diah.

Dukungan dari orang tua siswa, lanjutnya, juga sangat membantu sekolah mencetak generasi berprestasi. Melalui pembinaan pedidikan keluarga (bindikel), sekolah mengajak orang tua siswa selalu bersinergi.

Respons baik juga ditunjukkan orang tua siswa dengan sepenuhnya mendukung kegiatan sekolah. “Sekolah kami mencanangkan sebagai sekolah sehat dan sekolah adiwiyata mandiri. Adiwiyata mandiri ini merupakan Adiwiyata tingkat tertinggi, dan sekolah kami sudah siap untuk mengikuti program tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut diterangkan Diah, meski di masa pandemi, SMPN 9 Surakarta tetap berusaha melahirkan prestasi. Mulai dari siswa, guru, dan kepala sekolah selalu bersinergi, saling membantu memperoleh prestasi tertinggi dalam setiap bidang.

“Semoga prestasi ini bisa terus berlanjut. Menular ke siswa dan guru-guru lainnya,” harap Diah. (ian/wa/dam)

SOLO Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional dan Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) ke-76, SMPN 9 Surakarta menunjukkan prestasi membagakan. Sekolah setempat menyabet tiga juara di berbagai bidang.

Trofi juara diserahkan Ketua PGRI Kota Surakarta Wahyono di Aula Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kamis (25/11).

Kepala SMPN 9 Surakarta Diah Pitaloka menjelaskan, prestasi yang diraih yakni juara 1 menulis cerpen, juara 3 sekolah inspiratif, dan juara 3 solo vocal.

Alhamdullilah kami bisa membawa pulang tiga piala. Prestasi ini kami peroleh dengan doa dan usaha keras. Manajerial yang baik antara kepala sekolah dan guru menjadi fondasi utama melahirkan berbagai prestasi untuk sekolah,” terangnya, Kamis (25/11).

Menurut Diah, tolok ukur sekolah inspiratif bergantung pada kepala sekolah. Kepala sekolah yang hebat akan mampu mengarahkan semua elemen untuk saling bersinergi memajukan sekolah.

“Motivasi dan semangat untuk bergerak itu selalu kami berikan untuk bapak dan ibu guru, serta semua murid SMPN 9 Surakarta. Istilahnya kami oyak-oyak terus agar bersedia bergerak dan berkarya,” imbuh dia.

Tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, SMPN 9 Surakarta juga merupakan sekolah penggerak yang selalu memfasilitasi guru dan siswa untuk berkarya dalam berbagai bidang. Itu ditunjukan oleh salah satu murid yang menorehkan prestasi dalam bidang nonakademik tingkat Provinsi Jateng.

“Siswa kami mendapatkan juara 1 dalam lomba menulis huruf Jawa tingkat provinsi. Itu merupakan prestasi membanggakan, karena tidak semua orang bisa menulis huruf Jawa. Setelah ini, siswa kami akan maju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah,” beber Diah.

Dukungan dari orang tua siswa, lanjutnya, juga sangat membantu sekolah mencetak generasi berprestasi. Melalui pembinaan pedidikan keluarga (bindikel), sekolah mengajak orang tua siswa selalu bersinergi.

Respons baik juga ditunjukkan orang tua siswa dengan sepenuhnya mendukung kegiatan sekolah. “Sekolah kami mencanangkan sebagai sekolah sehat dan sekolah adiwiyata mandiri. Adiwiyata mandiri ini merupakan Adiwiyata tingkat tertinggi, dan sekolah kami sudah siap untuk mengikuti program tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut diterangkan Diah, meski di masa pandemi, SMPN 9 Surakarta tetap berusaha melahirkan prestasi. Mulai dari siswa, guru, dan kepala sekolah selalu bersinergi, saling membantu memperoleh prestasi tertinggi dalam setiap bidang.

“Semoga prestasi ini bisa terus berlanjut. Menular ke siswa dan guru-guru lainnya,” harap Diah. (ian/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru