Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selama Ramadhan, Ponpes Dimsa Sragen Kirim Santri hingga Malaysia

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯
Santri Dimsa Sragen pawai menyambut Ramadhan, Senin (16/2/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Santri Dimsa Sragen pawai menyambut Ramadhan, Senin (16/2/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Semangat menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan ditunjukkan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa).


Advertisement

Tak sekadar berdiam di asrama, para santri ini terjun ke masyarakat. Bahkan, tujuh santri terpilih melintasi batas negara untuk berdakwah di Malaysia selama hampir sebulan penuh.

Sebanyak 540 santri tumpah ruah ke jalanan menggelar pawai menyambut Ramadan, Senin (16/2/2026).

Memulai rute dari pondok menuju Taman Kridoanggo, mereka tak hanya berjalan kaki, tapi juga menyapa warga sembari membagikan jadwal imsakiyah.

Advertisement

Kepala SMP Ponpes Dimsa Wibowo Juli Saputro mengungkapkan, kegiatan ini merupakan pemanasan sebelum para santri memasuki fase ibadah yang lebih intens.

Selama Ramadhan, kegiatan belajar formal dipangkas hingga pukul 10.00 WIB saja. Sisanya fokus pada hablun minannas dan hablun minallah.

”Target kami santri minimal dua kali khatam Alquran. Selain itu, mereka akan lebih banyak berbaur dengan warga untuk iktikaf di masjid-masjid sekitar,” ujar Wibowo.

Advertisement

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah program syiar dakwah (sidak). Jika santri tingkat SMP fokus di lingkungan sekitar, santri tingkat madrasah aliyah (MA) mendapat tantangan lebih besar.

Mereka diterjunkan ke 20 titik pelosok di wilayah Sragen hingga Ngawi. Yang luar biasa, jangkauan dakwah tahun ini menembus semenanjung Malaya.

Melalui kerja sama dengan sekolah di Penang, Malaysia, Dimsa memberangkatkan tujuh santri pilihan untuk mengabdi di sana. Mereka dijadwalkan bertugas sejak sebelum Ramadan hingga H-7 Idul Fitri.

Di Negeri Jiran, ketujuh santri ini tidak hanya menjadi tamu. Mereka memegang peran sentral sebagai garda depan syiar Islam.

”Selama di Malaysia, mereka mengajar TPA, mengisi materi di pesantren kilat, hingga dipercaya menjadi imam salat Tarawih di masjid-masjid setempat,” imbuh Wibowo.

Langkah ini menjadi bukti bahwa santri dari daerah tidak boleh minder. Dengan bekal hafalan Alquran dan kemampuan orasi yang mumpuni, para santri Dimsa membuktikan bahwa dakwah Islam yang sejuk dan berkemajuan bisa diterima hingga level internasional.

Bagi para santri ini, Ramadhan bukan soal menahan lapar semata. Melainkan momentum pembuktian diri bahwa pengabdian tak mengenal jarak, bahkan hingga ke seberang lautan. (din/adi)

Advertisement

Artikel Terkait

Bak Idul Fitri, Begini Meriahnya Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangtengah Wonogiri

Bak Idul Fitri, Begini Meriahnya Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangtengah Wonogiri

Rangkaian Pesta Rakyat Kampung Rempah #2 masih berlanjut dengan pentas wayang kulit pada Sabtu (22/8/3026) di Pendopo Kecamatan Karangtengah.

Intip Alasan Mengapa Karnaval jadi Rentetan Acara Meriahkan Hari Kemerdekaan

Intip Alasan Mengapa Karnaval jadi Rentetan Acara Meriahkan Hari Kemerdekaan

Karnaval 17 Agustus menjadi pesta rakyat yang memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi budaya, kreativitas, serta sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Promosikan Kampung Wisata lewat Parade Prajurit Budaya, Ratusan Pokdarwis di Solo Gelar Pawai

Promosikan Kampung Wisata lewat Parade Prajurit Budaya, Ratusan Pokdarwis di Solo Gelar Pawai

Parade Prajurit Budaya yang dikolaborasikan dengan Solo International Art Camp (SIAC) 2026. Kirab dari Loji Gandrung hingga Perempatan Ngarsopuro itu sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung Car Free Day (CFD) .

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer