Mengapa Nama Hari dalam Bahasa Indonesia Banyak Berasal dari Bahasa Arab?

RADARSOLO.COM - Pernah memperhatikan asal-usul nama hari yang digunakan setiap pekan? Sekilas, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, hingga Minggu terdengar seperti kata-kata yang sudah sangat akrab.
Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa nama-nama hari dalam bahasa Indonesia ternyata berasal dari dua bahasa yang berbeda, yakni bahasa Arab dan bahasa Portugis.
Baca Juga: Cek Bansos PKH-BPNT Cair Juli 2026, Ini Link Resmi cekbansos.kemensos.go.id dan Cara Cek NIK di HP
Enam nama hari yang digunakan dalam bahasa Indonesia merupakan hasil serapan dari bahasa Arab. Sementara itu, hanya hari Minggu yang memiliki asal-usul berbeda.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan bahasa Indonesia tidak lepas dari pengaruh budaya, agama, dan sejarah panjang yang terjadi di Nusantara.
Seiring masuknya Islam ke berbagai wilayah Nusantara, masyarakat mulai mengenal sistem penamaan hari dalam bahasa Arab. Nama-nama tersebut kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.
Senin dari kata isnain (dua),
Selasa dari kata tsalatsa (tiga),
Rabu dari kata arba'a (empat),
Kamis dari kata khamsa (lima),
Jumat dari kata jumu'ah (berkumpul),
Sabtu dari kata sabt (Sabtu).
Penggunaan istilah-istilah tersebut tidak terjadi secara instan.
Penamaan hari dalam bahasa Arab mulai dikenal bersamaan dengan berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara. Selain membawa ajaran agama, proses islamisasi juga memperkenalkan berbagai istilah baru yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyebutan nama hari.
Berbeda dengan enam hari lainnya, hari pertama dalam sepekan memiliki perjalanan yang unik. Sebelum kata "Minggu" digunakan secara luas, masyarakat mengenal sebutan "Ahad", yang berasal dari bahasa Arab ahad dan berarti "satu". Hingga kini, istilah Ahad masih digunakan oleh sebagian masyarakat maupun dalam berbagai literatur keislaman.
Dikutip dari Go Smart, istilah "Minggu" sendiri berasal dari kata Portugis Domingo yang berarti "hari Tuhan".



